1. HAKIKAT RPP
Menurut Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar.
Selanjutnya menurut Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 lampiran IV tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, tahapan pertama dalam pembelajaran menurut standar proses adalah perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan peyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. RPP adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu mengacu pada silabus.
Sementara itu menurut Panduan Teknis Penyusunan RPP di Sekolah Dasar, RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemua atau lebih. RPP dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).
Setiap pendidik pada suatu pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema dan dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
Pengembangan RPP dapat dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara individu maupun berkelompok dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) di gugus sekolah, di bawah koordinasi dan supervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan. Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar merupakan pendekatan pembelajaran Tematik Terpadu dari kelas I sampai kelas VI.
2. PRINSIP PENGEMBANGAN PROFESI
Pengembangan RPP mengikuti prinsip-prinsip berikut:
• Baris isi
1. RPP merupakan terjemahan dari ide kurikulum yang berdasarkan silabus yang telah dikembangkan pada tingkat nasional ke dalam betuk rancangan proses pembelajaran untuk direalisasikan dalam pembelajaran.
2. RPP dikembangkan sesuai dengan yang dinyatakan dalam silabus dengan kondisi pada satuan pendidikan baik kemampuan awal peserta didik, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan emosi, maupun gaya belajar.
3. RPP mendorong partisipasi aktif peserta didik.
4. RPP sesuai dengan tujuan Kurikulum 2013 untuk menghasilkan peserta didik yang mandiri dan tak berhenti belajar.
5. RPP mengembangkan budaya membaca dan menulis.
6. Proses pembelajaran dalam RPP dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam bentuk tulisan.
7. RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, remedi, dan umpan balik.
8. RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI dan KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belalajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
9. RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.
Kali ini clubsotomotif menghadirkan beberapa hasil kerja untuk Rencana Pembelajaran sebagai referensi untuk membimbing siswa di dalam kelas. RPP ini sebagai bahan tambahan sekalian untuk nanti disesuaikan dengan jam pelajaran ataupun kegiatan yang belum masuk di RPP saudara. silakan disimak
Berikut kami berikan contoh RPP untuk pembelajaran di SMK jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. Anda dapat mengkopi atau mendiskusikan beberapa komponen dari RPP.
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )
NamaSekolah : SMK
Mata Pelajaran : Perawatan dan Perbaikan Motor Otomotif
Kode Kompetensi : OPKR
20-014B
Kelas / Semester : II /3
Standar Kompetensi : Pemeliharaan/ Servis Sistem Bahan Bakar
Bensin
Kompetensi Dasar : Membongkar, merakit dan menyetel karburator
Alokasi Waktu : 18 jam
pelajaran.
KKM : 76,6
Indikator :
·
Dapat membongkar karburator secara berurutan
·
Dapat
menyetel karburator sesuai
spesifikasi pabrik (dengan acuan buku manual)
·
Dapat merakit komponen
karburator secara berurutan
·
Dapat melakukan
pembongkaran, penyetelan
dan perakitan karburator selama 90 menit.
A.
Tujuan
Pembelajaran :
- Siswa dapat membongkar karburator secara
berurutan
- Siswa dapat
melakukan penyetelan karburator
sesuai spesifikasi pabrik
- Siswa dapat
melakukan perakitan karburator
secara berurutan
- Siswa dapat
melakukan pembongkaran, penyetelan dan perakitan karburator selama 90 menit.
B.
Materi Pembelajaran :
- Prinsip kerja
sistem bahan bakar bensin
- Komponen/sistem
bahan bakar bensin yang perlu dipelihara
- Data spesifikasi pabrik (spesifikasi dan
limit pemakaian komponen dan penyetelan)
- Langkah kerja pemeliharaan/servis
komponen/system bahan bakar bensin sesuai dengan SOP (Standar Operasional
Prosedur) dan aturan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
C.
Metode Pembelajaran :
- Demonstrasi
- Latihan (Praktek)
- Pemberian tugas praktek.
- Evaluasi praktek
D. Langkah-langkah
pembelajaran
Pertemuan
pertama
a. Kegiatan
awal
1) Berdo’a
2) Perkenalan
dengan siswa
3) Memberikan motivasi terkait pentingnya penguasaan bongkar
pasang, dan penyetelan karburator
4) Penjelasan
kegiatan selama satu semester
5) Penjelasan tentang nama, fungsi dan prinsip kerja
komponensistem bahan bakar bensin.
6) Pembagian kelompok praktek dan job praktek
b. Kegiatan
inti
1) Praktek dengan sistem rotasi dimulai dari job 7-8-9-1-2-3-4-5-6
2) Pemberian
tugas praktek.
3) Tanya jawab tentang praktek yang telah dilakukan
c. Kegiatan penutup
1) Mengevaluasi latihan praktek siswa
2) Menutup kegiatan praktek dengan berdo’a
Pertemuan
Kedua
a. Kegiatan
awal
1) Berdo’a
2) Memberikan motivasi terkait dengan kompetensi yang akan
diajarkan
3) Tanya
jawab tentang kompetensi praktek yang telah dilaksanakan pada pertemuan pertama
b. Kegiatan
inti
1) Melanjutkan praktek sesuai kompetensi yang telah
dilaksanakan pada pertemuan pertama.
2) Pemberian
tugas praktek.
3) Evaluasi
praktek
4) Tanya jawab tentang praktek yang telah dilakukan
c. Kegiatan penutup
1) Evaluasi
praktek
2) Tanya jawab tentang praktek yang telah dilakukan
3) Menutup kegiatan praktek dengan berdo’a
Pertemuan
Ketiga dan seterusnya
a. Kegiatan
awal
1) Berdo’a
2) Memberikan arahan evaluasi praktek yang akan dilakukan
(sesuai dengan kompetensi yang telah dipelajari pada 2 pertemuan sebelumnya)
3) Tanya
jawab tentang kompetensi praktek yang telah dilaksanakan pada 2 pertemuan sebelumnya.
b. Kegiatan
inti
1) Evaluasi praktek
2) Penilaian
ujuk kerja siswa terkait kompetensi yang telah dilaksanakan
c. Kegiatan penutup
1) Memberi
kesimpulan terhadap penguasan kompetensi yang telah dilakukan siswa
2) Memberikan
informasi tentang rotasi praktek pada pertemuan berikutnya (dengan rotasi job
8-9-1-2-3-4-5-6-7)
3) Menutup kegiatan praktek dengan berdo’a
E.
Alat
dan Bahan Ajar :
1. Pompa
bahan bakar mekanik
2. Alat-alat
tangan/kunci-kunci yang tepat, nampan
3. Obeng
(+) dan (-)
4. Karburator
5. Bak
Alat
F. Sumber belajar :
·
Anonim.(1995). New Step 1 Training Manual.
Jakarta : PT. Toyota – Astra Motor.
·
Toyota Astra Motor. (1995), Engine Seri K ,
PT. Toyota Astra Motor. Jakarta 1990
·
PT. TOYOTA ASTRA MOTOR.
(1990), Engine Seri K . PT TOYOTA ASTRA MOTOR. JAKARTA
·
Job sheet Praktek Sistem Bahan Bakar Bensin Teknik Mekanik
Otomotif SMK 2009
G. Penilaian :
- Ujian
Praktek
- Uji
Kompetensi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )
Nama Sekolah : SMK
Mata Pelajaran : Perawatan dan Perbaikan Motor Otomotif
Kode Kompetensi : OPKR
20-017B
Kelas / Semester : II /3
Standar Kompetensi : Pemeliharaan/ Servis Bahan Bakar Diesel
Kompetensi Dasar : Membongkar, memasang dan menyetel injektor
pada pompa
injeksi inline
Alokasi Waktu : 18 jam
pelajaran.
KKM : 76,6
Indikator :
·
Dapat melakukan
pembongkaran nosel dengan benar
·
Dapat melakukan
pembongkaran pompa injeksi in line dengan
benar sesuai SOP (Standar Operasional prosedur)
·
Dapat melakukan
penyetelan nosel sesuai spesifikasi
pabrik
·
Dapat melakukan
penyetelan pompa injeksi inline (jumlah dan tekanan penginjeksian) sesuai spesifikasi pabrik
·
Melakukan
perakitan tekanan penginjeksian pada injektor dengan benar
·
Melakukan
pembongkaran, penyetelan
dan perakitan nosel selama 20 menit.
·
Dapat
melakukan pembongkaran, penyetelan dan perakitan pompa injeksi inline selama 90
menit
A.
Tujuan
Pembelajaran :
Pada akhir kegiatan praktik diharapkan siswa dapat :
- Melakukan pembongkaran nosel dengan benar
- Melakukan pembongkaran pompa injeksi inline dengan benar sesuai SOP
(Standar Operasional prosedur)
- Melakukan penyetelan tekanan
penginjeksian pada injektor
sesuai spesifikasi pabrik
- Melakukan penyetelan pompa injeksi
(jumlah dan tekanan penginjeksian) sesuai spesifikasi pabrik
- Merakitan injektor dan pompa
injeksi inline dengan benar
- Melakukan pembongkaran, penyetelan dan
perakitan injektor selama 20 menit.
- Dapat melakukan pembongkaran, penyetelan dan
perakitan pompa injeksi selama 90 menit.
B.
Materi Pembelajaran :
- Nama, fungsi dan prinsip kerja sistem injeksi bahan
bakar diesel
- Sistem dan komponen/sistem bahan bakar diesel yang
perlu dipelihara
- Data
spesifikasi pabrik
- Langkah
kerja pemeliharaan/servis komponen/sistem bahan bakar diesel sesuai dengan
SOP (Standar Operasional Prosedur) dan aturan K3 (Keselamatan dan
Kesehatan Kerja)
C.
Metode Pembelajaran :
- Demonstrasi
- Latihan (Praktek)
- Pemberian tugas praktek.
- Evaluasi praktek
D.
Langkah-langkah pembelajaran
Pertemuan
pertama
a. Kegiatan
awal
1) Berdo’a
2) Perkenalan
dengan siswa
3) Memberikan motivasi pentingnya penguasaan kompetensi
bongkar, pasang dan menyetel pompa injeksi inline dan injektor
4) Penjelasan tentang kompetensi yang akan dilaksanakan
5) Pembagian kelompok praktek dan job praktek
b. Kegiatan
inti
1) Praktek dengan sistem rotasi dimulai dari job 8-9-1-2-3-4-5-6-7
2) Pemberian
tugas praktek.
3) Tanya jawab tentang praktek yang telah dilakukan
c. Kegiatan penutup
1) Merangkum hasil kerja (kegiatan praktik) siswa
2) Pemberian informasi tentang pertemuan berikutnya
3) Menutup kegiatan praktik dengan berdo’a
Pertemuan
Kedua
a. Kegiatan
awal
1) Berdo’a
2) Memberi
motivasi terkait kompetensi praktek yang akan dipelajari
3) Penjelasan singkat tentang isi praktek
4) Memberikan arahan K3
5) Membagi kelompok praktek
b. Kegiatan
inti
1) Praktek melanjutkan kompetensi yang telah dilaksanakan
pada pertemuan 1
2) Pemberian
tugas praktek.
3) Tanya jawab tentang praktek yang telah dilakukan
c. Kegiatan penutup
1) Merangkum hasil kerja (kegiatan praktik) siswa
2) Pemberian informasi tentang pertemuan berikutnya
3) Menutup kegiatan praktik dengan berdo’a
Pertemuan
Ketiga dan seterusnya
a. Kegiatan
awal
1) Berdo’a
2) Memberikan arahan evaluasi praktek yang akan dilakukan
(sesuai dengan kompetensi yang telah dipelajari pada 2 pertemuan sebelumnya)
3) Tanya
jawab tentang kompetensi praktek yang telah dilaksanakan pada 2 pertemuan
sebelumnya.
b. Kegiatan
inti
1) Evaluasi unjuk kerja siswa terkait praktek yang telah
dilakukan
2) Penilaian
ujuk kerja siswa terkait kompetensi yang telah dilaksanakan
c. Kegiatan penutup
1) Memeberi
kesimpulan terhadap penguasan kompetensi yang telah dilakukan siswa
2) Memberikan
informasi tentang rotasi praktek pada pertemuan berikutnya (dengan rotasi job
9-1-2-3-4-5-6-7-8)
3) Menutup kegiatan praktek dengan berdo’a
E. Alat dan Bahan Ajar :
1.
Pompa
injeksi inline dan nosel (injektor)
2.
Tool
set
3.
Set
kunci Sok
4.
SST
pelepas poros nok pompa injeksi inline
5.
Set
kunci nipel
6.
Pengetes
kompresi dan tekanan injector
7.
Majun
8.
Solar
9.
Cincin
perapat untuk injector
F. Sumber belajar :
- Anonim.(1995).
New Step 1 Training Manual. Jakarta : PT. Toyota – Astra Motor.
- Toyota
Astra Motor. (1995), Engine Seri K , PT. Toyota Astra Motor. Jakarta 1990
- PT. TOYOTA ASTRA MOTOR. (1990), Engine Seri K . PT
TOYOTA ASTRA MOTOR. JAKARTA
- Job
sheet Praktek Pemeliharaan/Servis Bahan Bakar Diesel Teknik Mekanik
Otomotif SMK 2009
G. Penilaian :
- Ujian
Praktek
- Uji
Kompetensi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )
Nama Sekolah : SMK
Mata Pelajaran : Perawatan dan Perbaikan Motor Otomotif
Kode Kompetensi : OPKR
10-001B
Kelas / Semester : II /3
Standar Kompetensi : Perbaikan
Sistem Pendingin dan Komponen-Komponennya
Kompetensi Dasar : - Memelihara
dan memeriksa sistem pendinginan
-
Tune up
motor bensin
Alokasi Waktu : 18 jam
pelajaran.
KKM : 76,6
Indikator :
·
Dapat memeriksa dan memperbaiki sistem
pendinginan sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur)
·
Dapat melakukan tune up motor bensin sesuai
dengan SOP, K3 dan data spesifikasi pabrik yang tertera pada buku manual.
A.
Tujuan
Pembelajaran :
Pada akhir kegiatan praktek siswa diharapkan dapat :
- Dapat
memeriksa dan memperbaiki sistem pendinginan sesuai dengan SOP (Standar
Operasional Prosedur)
2. Dapat
melakukan tune up motor bensin sesuai dengan SOP, K3 dan data spesifikasi
pabrik yang tertera pada buku manual
B.
Materi Pembelajaran :
- Konstruksi dan
prinsip kerja sistem pendinginan, baterai, pengapian, sistem bahan bakar
bensin
- Analisa
kerusakan dan penggantian/perbaikan sistem pendinginan
- Pemeriksaan
dan pengujian komponen sistem pendinginan, baterai, pengapian, sistem
bahan bakar bensin
- Data
spesifikasi pemeriksaan dan pengujian kendaraan
- Standar
prosedur keselamatan kerja
C.
Metode Pembelajaran :
- Demonstrasi
- Latihan
- Pemberian tugas praktek.
- Evaluasi praktek
D. Langkah-langkah
pembelajaran
Pertemuan
pertama
a. Kegiatan
awal
1) Berdo’a
2) Memberikan motivasi terkait pentingnya penguasaan bongkar
pasang, dan penyetelan karburator
3) Penjelasan tentang nama, fungsi dan prinsip kerja
komponensistem bahan bakar bensin.
4) Pembagian kelompok praktek dan job praktek
b. Kegiatan
inti
1) Praktek dengan sistem rotasi dimulai dari job 6-7-8-9-1-2-3-4-5
2) Pemberian
tugas praktek.
3) Tanya jawab tentang praktek yang telah dilakukan
c. Kegiatan penutup
1) Merangkum dan mengevaluasi hasil kerja praktek siswa
2) Menutup kegiatan praktek dengan berdo’a
Pertemuan
Kedua
a. Kegiatan
awal
1) Berdo’a
2) Memberikan motivasi terkait dengan kompetensi yang akan
diajarkan
3) Tanya
jawab tentang kompetensi praktek yang telah dilaksanakan pada pertemuan pertama
b. Kegiatan
inti
1) Melanjutkan praktek sesuai kompetensi yang telah
dilaksanakan pada pertemuan pertama.
2) Pemberian
tugas praktek.
3) Tanya jawab tentang praktek yang telah dilakukan
c. Kegiatan penutup
1) Merangkum
hasil kerja praktek
2) Tanya jawab tentang praktek yang telah dilakukan
3) Menutup kegiatan praktek dengan berdo’a
Pertemuan
Ketiga dan seterusnya
a. Kegiatan
awal
1) Berdo’a
2) Memberikan arahan evaluasi praktek yang akan dilakukan
(sesuai dengan kompetensi yang telah dipelajari pada 2 pertemuan sebelumnya)
3) Tanya
jawab tentang kompetensi praktek yang telah dilaksanakan pada 2 pertemuan
sebelumnya.
b. Kegiatan
inti
1) Evaluasi praktek
2) Penilaian
ujuk kerja siswa terkait kompetensi yang telah dilaksanakan
c. Kegiatan penutup
1) Memberi
kesimpulan terhadap penguasan kompetensi yang telah dilakukan siswa
2) Memberikan
informasi tentang rotasi praktek pada pertemuan berikutnya (dengan rotasi job 7-8-9-1-2-3-4-5-6)
3) Menutup kegiatan praktek dengan berdo’a
E.
Alat dan Bahan Ajar :
1. Tool
set
2. Radiator
tester cap
3. Timing
light
4. Dwell
tacho tester
5. Compression
tester
6. Kunci
busi
7. Kunci
momen
8. Tang
kayu
9. Amplas,
majun dan nampan
F.
Sumber Belajar :
- Anonim.(1995).
New Step 1 Training Manual. Jakarta : PT. Toyota – Astra Motor.
- Toyota Astra
Motor. (1995), Engine Seri K , PT. Toyota Astra Motor. Jakarta 1990
- PT. TOYOTA ASTRA MOTOR. (1990), Engine Seri K . PT
TOYOTA ASTRA MOTOR. JAKARTA
- Job sheet
Praktek Tune up dan Pemeriksaan Sistem Pendinginan Teknik Mekanik Otomotif
SMK 2009
G.
Penilaian :
- Ujian Praktek
- Uji Kompetensi
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )
NamaSekolah : SMK
Mata Pelajaran : Perawatan dan Perbaikan Motor Otomotif
Kode Kompetensi : OPKR
20-001
Kelas / Semester : II /3
Standar Kompetensi : Pemeliharaan/service engine dan
komponen-komponennya
Kompetensi Dasar : Membongkar, menempatkan tanda timing dan merakit
penggerak poros nok model rantai (timing chain) dan model
sabuk (timing
belt)
Alokasi Waktu : 18 jam
pelajaran.
KKM : 76,6
Indikator :
·
Dapat membongkar penggerak poros nok model
rantai dan sabuk (timing chain dan timing belt) dengan prosedur yang benar
·
Dapat menentukan
tanda timing pada penggerak poros nok
model rantai dan model sabuk dengan tepat
·
Dapat
memeriksa keausan kelengkapan timing
chain dan timing belt
·
Dapat
menepatkan (memposisikan) timing penggerak
poros nok model rantai dan model sabuk sesuai dengan tanda yang ada
·
Dapat
memasang kembali komponen penggerak poros nok model rantai dan sabuk (timing chain dan timing belt) dengan prosedur yang benar
·
Dapat melakukan
pembongkaran, penyetelan
dan perakitan timing chain dan timing belt sesuai
dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan aturan K3 selama 45 menit.
A.
Tujuan
Pembelajaran :
Pada
akhir kegiatan praktek siswa diharapkan dapat :
- Membongkar
penggerak
poros nok model rantai dan sabuk (timing
chain dan timing belt)
dengan prosedur yang benar
- Menentukan tanda timing
pada penggerak poros nok model rantai dan model sabuk dengan tepat
- Memeriksa keausan kelengkapan timing chain dan timing
belt
- Menepatkan (memposisikan) timing penggerak poros nok model rantai dan model sabuk sesuai
dengan tanda yang ada
- Memasang kembali komponen penggerak poros nok model
rantai dan model sabuk (timing chain
dan timing belt) dengan
prosedur yang benar
- Melakukan pembongkaran, penyetelan dan
perakitan timing chain dan
timing belt sesuai dengan SOP (Standar
Operasional Prosedur) dan aturan K3 selama 45 menit.
B.
Materi Pembelajaran :
- Nama dan fungsi komponen penggerak poros nok model
rantai dan sabuk (timing chain dan timing
belt)
- Prinsip kerja penggerak poros nok model rantai dan
model sabuk (timing chain dan timing belt)
- Data
spesifikasi pabrik (spesifikasi dan limit pemakaian komponen) penggerak poros nok model rantai dan sabuk (timing chain dan timing belt)
- Langkah
kerja pemeliharaan/servis komponen penggerak poros nok model rantai dan sabuk (timing chain dan
timing
belt) sesuai dengan SOP (Standar Operasional
Prosedur) dan aturan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
C.
Metode Pembelajaran :
- Demonstrasi
- Latihan
- Pemberian
tugas praktek.
- Evaluasi
praktek
D. Langkah-langkah
pembelajaran
Pertemuan
pertama
a. Kegiatan
awal
1) Berdo’a
2) Perkenalan
dengan siswa
3) Memberikan motivasi terkait pentingnya penguasaan bongkar
pasang dan pemeriksaan penggerak poros nok model rantai dan sabuk (timing chain dan timing belt)
4) Penjelasan tentang nama, fungsi dan prinsip kerja penggerak
poros nok model rantai dan sabuk (timing
chain dan timing belt)
5) Pembagian kelompok praktek dan job praktek
b. Kegiatan
inti
1) Praktek dengan sistem rotasi dimulai dari job 9-1-2-3-4-5-6-7-8
2) Pemberian
tugas praktek.
3) Tanya jawab tentang praktek yang telah dilakukan
c. Kegiatan penutup
1) Mengevaluasi hasil latihan praktek siswa
2) Menutup kegiatan praktek dengan berdo’a
Pertemuan
Kedua
a. Kegiatan
awal
1) Berdo’a
2) Memberikan motivasi terkait dengan kompetensi yang akan
diajarkan
3) Tanya
jawab tentang kompetensi praktek yang telah dilaksanakan pada pertemuan pertama
(bongkar pasang dan pemeriksaan penggerak poros nok model rantai dan model
sabuk)
b. Kegiatan
inti
1) Melanjutkan praktek sesuai kompetensi yang telah
dilaksanakan pada pertemuan pertama.
2) Pemberian
tugas praktek.
3) Evaluasi
praktek
4) Tanya jawab tentang praktek yang telah dilakukan
c. Kegiatan penutup
a. Merangkum
dan mengevaluasi hasil latihan praktek siswa
b. Tanya jawab tentang praktek yang telah dilakukan
c. Menutup kegiatan praktek dengan berdo’a
Pertemuan
Ketiga dan seterusnya
a. Kegiatan
awal
1) Berdo’a
2) Memberikan arahan evaluasi praktek yang akan dilakukan
(sesuai dengan kompetensi yang telah dipelajari pada 2 pertemuan sebelumnya)
3) Tanya
jawab tentang kompetensi praktek yang telah dilaksanakan pada 2 pertemuan
sebelumnya.
b. Kegiatan
inti
1) Evaluasi praktek penggerak poros nok model rantai (timing chain)
2) Penilaian
ujuk kerja siswa terkait kompetensi yang telah dilaksanakan
c. Kegiatan penutup
1) Memberi
kesimpulan terhadap penguasan kompetensi yang telah dilakukan siswa
2) Memberikan
informasi tentang rotasi praktek pada pertemuan berikutnya (dengan rotasi job 1-2-3-4-5-6-7-8-9)
3) Menutup kegiatan praktek dengan berdo’a
E.
Alat dan Bahan Ajar :
1. Stand
live engine Daihatsu
2. Kunci
sock 1 set
3. Kunci
momen
4. Tool
set
5. Jangka
sorong panjang
6. Spring
scale
7. Majun
F.
Sumber belajar :
·
Anonim.(1995). New Step 1 Training Manual.
Jakarta : PT. Toyota – Astra Motor.
·
Toyota Astra Motor. (1995), Engine Seri K ,
PT. Toyota Astra Motor. Jakarta 1990
·
PT. TOYOTA ASTRA MOTOR.
(1990), Engine Seri K . PT TOYOTA ASTRA MOTOR.
JAKARTA
·
Job sheet Praktek Penggerak Poros Nok Model
Rantai Teknik Mekanik Otomotif SMK 2009
G.
Penilaian :
- Ujian Praktek
- Uji Kompetensi

Komentar
Posting Komentar
Bagaimana pendapat saudara tentang blog ini. terima kasih atas koment dan kunjungannya.