Blocking dan Pengoprasian Alat-Alat Blocking
Pada artikel ini
kamu akan mempelajari bagai mana prosedur melakukan blocking setelah melakukan Jacking
atau penopangan kendaraan dengan baik
dan benar. Selain itu kamu juga akan mempelajari peratan apa saja untuk
melakukan pengangkatan kendaraan. Pada bagian ini kita akan mempelajari Jenis
dan pengoprasian alat Blocking lanjutannya
nanti 3. Jenis dan pengoprasian alat lifting. Pada bagian-bagiannya nanti
akan dijelaskan pengertiannya, alat-alatnya apa saja dan bagaimana
mengoprasikannya. Selamat membaca semoga bermanfaat sebagai refrensi tambahan
untuk kita semua. Lansung saja ke materi pertma berikut ini.
Jenis dan Pengoprasian Alat Blocking
Blocking
yaitu setelah melakukan kegiatan mendongkrak kendaraan, memerlukan bantuan
peralatan blocking atau penopang kendaraan. Alat blocking yang sering digunakan
dalam bidang otomotif adalah jack stand. Jack stand terdiri dari tiang
penyangga dengan bagian berulir yang berfungsi sebagai pengatur ketinggian dan
dudukan sebagai dudukan komponen sasis kendaraan.
1. Alat-alat
blocking
Kegiatan blocking dilakukan setelah kegiatan mendongkrak
agar kendaraan dalam posisi aman. Alat yang digunakan untuk menopang kendaraan
atau kita sebut saja mobil dan truck dinamakan jack stand. Jack stand sendiri
bisa disetel ketinggian sesuai yang diharapkan. Jack satnd diletakkan dibawah
kendaraan tergantung bagian mana yang diangkat seperti pada kegiatan mengganti
ban, memperbaiki system rem dan kegiatan yang ada dibagian bawah kendaraan,
apalagi dalam perencanaan pengerjaan dilakukan dalam waktu yang lama.
Kenapa kita menggunakan jack stand? Apakah dongkrak
tidak cukup kuat? Ini beberapa pertanyaan yang mungkin terlintas dalam benak
anda. Jack stand menjadi keharusan apalgi dongkrak yang sering digunakan adalah
dongkrak hidrolik. Dongkrak hidrolik mengandalkan tekannan fluida saat bekerja.
Tekanan fluida ini dapat berkurang secara tiba-tiba jika terjadi kebocoran atau
penyetel yang kurang rapat. Untuk itu diperlukan jack stand setelah kendaraan
diangkat dan ditumpu atau ditopang agar keamanan mekanik lebih terjaga.
Jack stand terdiri dari tiang penyangga dengan bagian
berulir yang berfungsi sebagai pengatur ketinggian dan dudukan sebagai dudukan
komponen sasis kendaraan. Jack stand meiliki spesifikasi berat maksimal yang
bisa ditopang dan memiliki mekanisme oenyetel serta penguncian ketinggian.
Kapasitas yang bisa ditopang sekitar 3-6 ton. Jika berat kendaraan tiga ton
maka cukup menggunakan empat jack stan dengan spesikasi 3 ton untuk menopang
kendaraan tersebut.
2. Teknik
pengoprasian alat-alat blocking
Seperti penjelasan diatas Blocking yaitu setelah
melakukan kegiatan mendongkrak kendaraan, memerlukan bantuan peralatan blocking
atau penopang kendaraan tetapi sebelum melakukan blocking ada beberapa hal yang
harus anda lakukan sebelum melakukan blocking pada kendaraan.
a.
Periksa kemampuan beban maximal jack stand
yang akan dipakai. Beban maximal pada jack stand tertera pada badan jack stand
dalam satuan ton.
b.
Pastikan jack stand yang dipakai mampu
menahan beban kendaraan
c.
Lakukan secara visual terhadap kondisi jack
stand dan pastikan jack stand yang dipakai dalam kondisi yang baik, tidak
berkarat dsn tidak ada bagian jack stand yang penyok atau gigi-gigi yang patah
dan hindari penggunaannya jika terdapat oli atau pelumas.
d.
Perhatikan mekanisme pengunci jack stand.
Mekanisme pengunci digunakan untuk
menyetel dan memepertahankan ketinggian yang diinginkan.
e.
Pastikan kondisi kendaraan yang ditopang
dalam keadaan benar-benar aman.
Setelah beberapa langkah diatas dilakukan
barulah lakukan blocking kendaraaan agar kendaraan yang akan diservis aman bagi
mekaniknya. Berikut pengoprasian blocking yang baik dan benar menurut ( Noviana
irnawati, 2018) dalam bukunya “Pekerjaan dasar teknik Otomotif seri Hot” adalah
sebagai berikut:
a.
Identifikasi berat kendaraan yang akan
diblockingatau ditopang. Berat total kendaraan ini menentukan spesifikasi jack
stand yang akan digunakan.
b.
Pilih jack stand yang spesifikasinya sesuai
dengan berat kendaraan atau yang lebih besar
c.
Stel ketinggian jack stand sesuai dengan
ketinggian kendaraan setelah didongkrak.
d.
Tentukan lokasi yang kuat untuk menopang dan
tempatkan jack stan pada lokasi tersebut.
e.
Apabila ketinggian jack stand lebih tinggi
dongkrak kembali kendaraan agar jack stand dapat diletakkan diposisinya.
f.
Pastikan letak jack stand sudah amandan
tidak menggangu komponen-komponen disekitarnya, terutama yang akan dilepas atau
komponen yang akan dipasangkan.
g.
Turunkan kendaraan secara perlahan hingga
tumpuan baik dan pada jack stand
h.
Lakukan pemeriksaan terakhir sebelum dongrak
diturunkan atau dilepas, supaya kendaraan dapat tertumpu pada jack stand dengan
kuat.
i.
Setelah kegiatan perbaikan selesai
dilakukan, lepaskan jack stand dari bawah kendaraan dengan cara dongkrak lagi
kendaraan hingga jack stand dalam kondisi bebas.
Kesimpulan
dari blocking adalah kegiatan menumpu atau menopang kendaraan setelah dilakukan
kegiatan jacking atau mendongkrak. Kegiatan blocking dilakukan jika dalam
proses perbaikan bagian bawah kendaraan menggunakan dongrak hidrolik, apalagi
pengerjaan memerlukan waktu yang lebih lama untuk melakukan perbaikan. Alat
blocking yang umum dipakai adalah jack stand. Teknik pengoprasian jack stand
dilakukan dengan menyetel ketinggian alat blocking dan memasangnya dibawah
kendaraan sebagai penopang.
Demikian materi singkat yang berkaitan dengan B. JENIS
PENGOPRASIAN ALAT BLOCKING dan selanjutnya yang nanti akan kita bahas dalam artikel
selanjutnya adalah C. JENIS PENGOPRASIAN
ALAT LIFTING dapat dilihat di artikel selanjutnya. Saran dari penulis sendiri
materi ini belum begitu luas apalagi berkaitan dengan pengembangannya, tetapi
dapat dimanfaat untuk materi dikelas ditambah lagi dari manual book pada
kegiatan praktik berkaitan tentang lifting point dari kendaraan tertentu.
Selamat bekerja dan terus belajar untuk karya selanjutnya.
Untuk saran dan komentarnya silakan coret-coret di bagian
komen, kami sangat berharap semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua
sekalian dan kemajuan dibidang Otomotif terutama Teknik Kendaraan Ringan dan
Teknik dan Bisnis Sepeda Motor ke depan. Tidak lupa kami mohon maaf jika dalam
penulisan terdapat kesalahan kata dan istilah yang mungkin salah dalam
penulisannya, mohon di cek kembali. Terimakasi atas kunjungan semoga kita semua
selalu dalam lindungannya. Sampai jumpa lagi dalam artikel-artikel Selanjutnya.
Doakan semoga kita semua selalu sehat dan dalam lindungan TUhan Yang Maha Esa,
aamin...
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>Good
luck<<<<<<<<<<<<<<<
Sumber: Noviyana Irnawati, Buku Siswa
Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa,
Mediatama, Surakarta

Komentar
Posting Komentar
Bagaimana pendapat saudara tentang blog ini. terima kasih atas koment dan kunjungannya.