Langsung ke konten utama

COOLING SYSTEM PADA SEPEDA MOTOR


RANGKUMAN  MATERI
SISTEM PENDINGIN

I.   KOMPETENSI DASAR
3.5. Memahami Prinsip Kerja Sistem Pendingin
4.5. Merawat  Secara Berkala Sistem Pendingin

II.   INDIKATOR
3.5.1   Menjelaskan fungsi sistem pendingin mesin
3.5.2   Menjelaskan cara  kerja sistem pendingin mesin
3.5.3   Menyebutkan komponen-komponen sitem pendingin mesin
3.5.4   Mengidentifikasi komponen sistem pendingin
4.5.1   Melakukan pemeriksaan sistem pendingin
            4.5.2  Melakukan perawaatan secara berkala pada sistem pendingin mesin

III.   TUJUAN PEMBELAJARAN
1.  Setelah  tanya  jawab  tentang sistem  pendingin  peserta didik  dapat menjelaskan  fungsi system pendingin dengan benar
2.  Setelah melakukan diskusi peserta didik dapat menjelaskan cara  kerja  sistem pendingin dengan benar
3.  Setelah   melakukan   pengamatan  gambar  sistem   pendingin   siswa   membuat  daftar komponen-komponen sistem bahan bakar  bensin karburator dengan benar
4.  Setelah     membaca    Buku     referensi     Panduan    Reparasi     peserta    didik     dapat mengidentifikasi komponen system pendingin mesin dengan tepat
5.  Setelah  melakukan  praktik  pemeriksaan  kebocoran dan  tekanan tutup  radiator  pada sistem  pendingin  air  peserta didik  dapat melakukan  pemeriksaan  sistem    pendingin dengan terampil
6.  Setelah diberikan tugas peserta didik dapat melakukan perawaatan secara berkala padasistem pendingin dengan percaya diri

IV.   MATERI PEMBELAJARAN
1.  Konsep dasar sistem pendingin
2.  Komponen sistem pendingin
3.  Pemeriksaan sistem pendingin
4.  Perawatan berkala sistem pendingin mesin

V.   URAIAN MATERI
A.  Konsep Dasar sistem pendinginan Mesin
1.  Pengertian dan fungsi system pendingin mesin kendaraan
Cool_1Menurut neraca panas, pada motor bakar hanya akan diperoleh sekitar 25 persen hasil pembakaran bakar yang dapat diubah menjadi energi mekanik. Sebagian besar panas akan keluar melalui gas buang (kira-kira 34 persen), melalui sistem pendinginan (kira-kira 32 persen) dan sisanya akan melalui kerugian pemompaan dan gesekan.









Gambar 1. Neraca panas pada mesin
        Berdasarkan neraca panas di atas maka fungsi pendinginan pada motor menjadi penting, karena panas yang akan terserap oleh sistem pendinginan dapat mencapai 32 persen. Panas yang diserap mesin harus segera dibuang  dengan segera. Apabila panas mesin berlebihan maka komponen tersebut akan memua dan gesekan antar komponen menjadi berlebihan sehingga kerusakan komponen mesin menjadi lebih cepat. Untuk itulah, kendaraan memerlukan system pendinginan yang berfungsi untuk menjaga temperature mesin dan mencegah panas yang berlebihan (Overheating). Ada beberapa fungsi system pendingin mesin yaitu:
a.  Untuk mengurangi panas motor. Panas yang dihasilkan oleh pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. Panas yang cukup tinggi ini dapat melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor, sehingga apabila motor tidak dilengkapi dengan sistem pendingin dapat merusakkan komponen motor tersebut.
b.  Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. Umumnya temperatur kerja motor antara 82 sampai 99° C. Pada saat komponen motor mencapai temperatur tersebut, komponen motor akan memuai sehingga celah (clearance) pada masing-masing komponen menjadi tepat. Disamping itu kerja motor menjadi maksimum dan  emisi gas buang yang ditimbulkan menjadi minimum.
c.   Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya dengan tujuan untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan, kerja motor yang kurang baik, emisi gas buang yang berlebihan. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat motor bekerja pada temperatur yang dingin maka campuran bahan bakar dengan udara yang masuk ke dalam silinder tidak sesuai dengan campuran yang dapat menghasilkan kerja motor yang maksimum. Temperatur dinding silinder yang dingin mengakibatkan pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga gas buang banyak mengandung emisi yang merugikan manusia. Oleh karena itu pada saat motor hidup temperatur kerja harus segera dicapai.
d.  Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang, khusunya di negara-negara yang mengalami musim dingin.

2.  Macam Sistem Pendingin
  Sistem pendingin yang biasa digunakan pada motor ada dua macam, yaitu sistem pendingin udara dan sistem pendingin air.
a.  Sistem Pendingin Udara
1)     Pendinginan oleh aliran udara secara alamiah.
Cool_2Pada sistem ini panas yang dihasilkan oleh pembakaran gas dalam ruang bakar sebagian dirambatkan keluar dengan menggunakan sirip-sirip pendingin (cooling fins) yang dipasangkan di bagian luar silinder (Gambar 2). Pada tempat yang suhunya lebih tinggi yaitu pada ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang daripada sirip pendingin yang terdapat di sekitar  silinder yang suhunya lebih rendah.   







Gambar 2. Pendinginan Udara Secara Alamiah

2)     Pendinginan oleh tekanan udara
Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau udaranya hrus mengalir agar suhu udara di sekitar sirip tetap rendah sehingga penyerapan panas tetap berlangsung sempurna. Hal ini dapat dicapai dengan jalan menggerakkan sirip pendingin atau udaranya. Bila sirip pendingin yang digerakkan atau mesinnya bergerak seperti pada sepedamotor. Pada mesin stasioner aliran udaranya diciptakan dengan cara menghembuskannya melalui blower yang dihubungkan langsung dengan poros engkol Gambar 3 menunjukkan pendinginan udara menggunakan kipas/blower yang terpasang pada roda gila (flywheel fan), yang dianggap tidak efisien karena tanpa pengarah aliran (shroud). Agar aliran udara pendingin lebih dapat mendinginkan sirip-sirip digunakan pengarah (Gambar 4)
Cool_3 


                                 







Gambar 3. Kipas udara pada roda gila
Cool_4
 












Gambar 4. Kipas pada roda gila dengan pengarah aliran


b.  Sistem Pendingin Air
Pada sistem ini, panas dari hasil proses pembakaran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar dan silinder sebagian diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder dan ruang bakar. Oleh karena itu di bagian luar dinding silinder dan ruang bakar dibuat mantel-mantel air (water jacket). Panas yang diserap oleh air pendingin pada water jacket selanjutnya akan menyebabkan naiknya temperatur air pendingin tersebut. Apabila air pendingin tersebut tetap berada pada mantel air, maka air akan cenderung mendidih dan menguap. Hal tersebut dapat dihindari dengan jalan mengganti air tersebut dengan air yang masih dingin sedangkan air yang telah panas harus dialirkan keluar dari mantelnya dengan kata lain harus bersirkulasi. Sirkulasi air tersebut ada dua macam yaitu sirkulasi alam atau thermo syphon dan sirkulasi dengan tekanan.
Kebanyakan mobil menggunakan sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan (forced circulation), sedangkan sepedamotor umumnya menggunakan sistem pendingin udara. Untuk selanjutnya pada modul ini akan dibahas sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan.
Konstruksi sistem pendingin air lebih rumit dibanding sistem pendingin udara sehingga biaya produksinya lebih mahal.  Secara rinci keunggulan sistem pendingin air antara lain :
1.  Temperatur seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil ;
2.  Ukuran kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil ;
3.  Mantel air dan air dapat meredam getaran ;
4.  Kemungkinan overheating kecil, walaupun dalam kerja yang  berat ;
5.  Jarak antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas.
Di sisi lain sistem pendingin air mempunyai kerugian yaitu :
1.  Bobot mesin lebih  berat (karena adanya air, radiator, dsb.) ;
2.  Waktu pemanasan lebih lama ;
3.  Pada temperatur rendah diperlukan antifreeze ;
4.  Kemungkinan terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan overheating ;
5.  Memerlukan kontrol yang lebih rutin.
Adapun konstruksi sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan dapat dilihat pada gambar 5. Sistem pendingin air dilengkapi dengan water jacket, pompa air, radiator, thermostat, kipas, dan selang karet. Masing-masing komponen sistem pendingin tersebut akan dibahas pada uraian tersendiri.
      
Gambar 5. Konstruksi sistem pendingin air

Pada saat mesin masih dingin, air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih menutup. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran air dari mesin ke radiator. Air mendapat tekanan dari pompa air, tetapi tekanan tersebut tidak mampu menekan thermostat menjadi terbuka. Untuk mencegah timbulnya tekanan yang berlebihan akibat proses pemompaan, maka pada sistem pendingin dilengkapi dengan saluran by pass, sehingga air yang bertekanan akan kembali melalui saluran by pass tersebut.


Gambar 6.  Sistem pendingin air saat mesin dingin

         Pada saat mesin panas, thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas dari mesin), kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. Air pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air.
Gambar 7.  Sistem pendingin air saat mesin panas

Sistem pendingin air bekerja menurut dua kondisi mesin yaitu,
1)     Saat mesin masih dingin
Pada saat mesin masih dingin, air pendingin hanya bersikulasi disekitar mesin melalui selang bypass dan kembali lagi ke pompa air. Hal ini karena termostat masih menutup. Air pendingin masih dalam keadaan dingin.
2)     Saat mesin panas
Pada saat mesin panas, termostat terbuka sehingga air yang telah panas dalam water jacket kemudian disirkulasikan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas pendingin dan aliran udara dari gerakan sepeda motor saat melaju dijalan. Air pendingin yang sudah dingin kemudian dialirkan kembali kewater jacket oleh pompa air.





B.  Komponen sistem pendingin
Komponen-komponen sistem pendinginan air yang penting dan perlu dipelihara/diservis adalah: (1) Radiator, (2) Tutup radiator, (3) Pompa air, (4) Kipas, (5) Katup termostat, (6) Tangki reservoir.
1.     Radiator
Cool_6Radiator pada sistem pendinginan berfungsi untuk mendinginkan air atau membuang panas air ke udara melalui sisrip-sirip pendinginnya. Konstruksi radiator dapat dilihat pada gambar 8.









Gambar 8. Konstruksi radiator
Konstruksi radiator terdiri dari:
a.  Tangki atas
Tangki atas  berfungsi untuk menampung air yang telah panas dari mesin. Tangki atas dilerngkapi dengan lubang pengisian, pipa pembuangan dan saluran masuk dari mesin. Lubang pengisian harus ditutup dengan tutup radiator. Pipa pembuangan untuk mengalirkan kelebihan air dalam sistem pendinginan yang disebabkan oleh ekspansi panas dari air keluar atau ke tangki reservoir. Saluran masuk ditempatkan agak keujung tangki atas.
b.  Inti radiator (radiator core)
Inti radiator berfungsi untuk membuang panas dari air ke udara agar suhu air lebih rendah dari sebelumnya. Inti radiator terdiri dari pipa-pipa air untuk mengalirka air dari tangki atas ke tangki bawah dan sisrip-sirip pendingin untuk membuang panas air dalam pipa-pipa air. Udara juga dialirkan diantara sirip-sirip pendingin agar pembuangan panas secepat mungkin. Besar kecilnya inti radiator tergantung pada kapasitas mesin dan jumlah pipa-pipa air dan sisrip-siripnya
c.   Tangki bawah
Tangki bawah berfungsi untuk menampung air yang telah didinginkan oleh inti radiator dan selanjutnya disalurkan ke mesin melalui pompa. Pada tangki bawah juga dipasangkan saluran air yang berhubungan dengan pompa air dan saluran pembuangan untuk membuang air radiator pada saat membersihkan radiator dan melepas radiator.
                     
2.     Tutup Radiator
Cool_7Tutup radiator berfungsi untuk menaikkan titik didih air pendingin  dengan jalan menahan ekspansi air pada saat air menjadi panas sehingga tekanan air menjadi lebih tinggi daripada tekanan uadar luar. Di samping itu pada sistem pendinginan tetrutup, tutup radiator berfungsi untuk mempertahankan air pendingin dalam sistem meskipun dalam keadaan dingin atau panas. Untuk maksud tersebut tutup radiator dilengkapi dengan katup pengatur tekanan (relief valve) dan katup vakum (Gambar 9).







Gambar 9. Konstruksi tutup radiator

Cara kerja katup-katup pada tutup radiator adalah sebagai berikut:
Pada saat mesin dihidupkan suhu air pendingin segera naik dan akan menyebabkan kenaikan volume air sehingga cenderung keluar saluran pengisian radiator. Keluarnya air tersebut ditahan oleh katup pengatur tekanan sehingga tekanan naik. Kenaikan tekanan akan menaikkan titik didih air yang berarti mempertahankan air pendingin dalam sistem. Bila kenaikan suhu sedemikian rupa  sehingga menyebabkan kenaikan volume air yang berlebihan, tekanan air akan melebihi tekanan yang diperlukan dalam sistem. Karenya air akan mendesak katup pengatur tekanan untuk membuka dan air akan keluar melalui katup ini ke pipa pembuangan. (Gambar 10a).
Cool_8Pada saat suhu air pendingin turun akan terjadi penurunan volume, yang akan menyebabkan terjadinya kevakuman dalam sistem yang selanjutnya akan membuka katup vakum sehingga dalam sistem tidak terjadi kevakuman lagi (Gambar 10b). Sistem yang menggunakan tangki reservoir, kevakuman akan diisi oleh air sehingga air dalam sistem akan tetap (Gambar 11). Bila sistem tidak menggunakan tangki reservoir maka yang masuk adalah udara.




              (a)                                               (b)
Cool_9Gambar 10. Kerja katup pengatur tekanan dan katup vakum








Gambar 11. Radiator dengan tangki reservoir
3.     Pompa Air
Pompa air berfungsi untuk menyirkulasikan air pendingin dengan jalan  membuat perbedaan tekanan antara saluran isap dengan saluran tekan pada pompa. Pompa air yang biasa digunakan adalah pompa sentrifugal. Pompa air ini digerakkan oleh mesin dengan bantuan tali kipas (“V” belt) dan puli dengan perbandingan putaran antara pompa air dengan mesin sekitar 0,9 sampai 1,3. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengalirkan air pendingin sesuai dengan operasi mesin  (Gambar 12)
Cool_10











Gambar 12. Konstruksi pompa air

Pompa ini terdiri dari: (a) Poros, (b) Impeller, dan (c) Water seal

4.     Kipas Pendingin
Kipas berfungsi untuk mengalirkan udara pada inti radiator agar panas yang terdapat pada inti radiator dapat dipancarkan ke udara dengan mudah. Kipas pendingin dapat berupa kipas pendingin biasa (yang diputarkan oleh mesin) atau kipas pendingin listrik. Kipas pendingin biasa digerakkan oleh putaran puli poros engkol. Poros kipas biasa sama dengan poros pompa air sehingga putaran kipas sama dengan putaran pompa.
Pada kipas pendingin listrik digerakkan oleh motor listrik akan menghasilkan efisiensi pendinginan yang lebih baik (terutama pada kecepatan rendah dan beban berat) dan membantu pemanasan awalair pendingin yang lebih cepat, penggunaan bahan bakar yang lebih hemat, dan mengurangi suara berisik (Gambar 13).
Cool_11 













Gambar 13. Penggerak kipas dengan motor listrik

Adapun cara kerja kipas pendingin listrik sebagai berikut:
Cool_12(Lihat gambar 14)










Gambar 14. Cara kerja kipas pendingin listrik

Bila suhu air pendingin dibawah 83 ºC temperature switch ON dan relay berhubungan dengan masa. Fan relay coil terbuka dan motor tidak bekerja.
Bila suhu air pendingin di atas  83 ºC, temperature switch akan OFF dan sirkuit relay ke masa terputus. Fan relay tidak bekerja, maka kontak poin merapat dan kipas mulai bekerja.

5.     Katup Termostat
Katup termostat berfungsi untuk menahan air pendingin bersirkulasi  pada saat suhu mesin yang rendah dan membuka saluran adri mesin ke radiator pada saat suhu mesin mencapai suhu idealnya. Katup termostat biasanya dipasang pada saluran air keluar dari mesin ke radiator yang dimaksudkan agar  lebih mudah untuk menutup saluran bila mesin dalan keadaan dingin dan mebuka saluran bila mesin sudah panas.
Cool_13Ada 2 tipe termostat, yaitu tipe bellow dan tipe wax. Kebanyakan termostat yang digunakan adalah tipe wax. Di samping itu termostat tipe wax ada yang menggunakan katup by pass dan tidak menggunakan katup by pass.






Gambar 15. Termostat tipe wax

Cara kerja katup termostat adalah sebagai berikut:
Pada saat suhu air pendingin rendah katup tertutup atau saluran dari mesin ke radiator terhalang oleh wax (lilin) yang belum memuai. Bila suhu air pendingin naik sekitar 80 sampai dengan 90 derajat Celcius maka lilin akan memuai dan menekan karet. Karet akan berubah bentuk dan menekan poros katup. Oleh karena posisi poros tidak berubah maka maka karet yang sudah berubah tersebut akan membawa katup untuk membuka (Gambar 16) .



Cool_16





Gambar 16. Katup termostat pada saat suhu 80-90 ºC

Cool_14Untuk menghindari terjadinya tekanan air yang tinggi pada saat katup termostat tertutup, pada saluran di bawah katup dibuatkan saluran ke pompa air yang dikenal dengan saluran pintas (by pass). Lihat gambar 17.






Gambar 17. Termostat dengan katup by pass

Cool_17Cara kerja katup by pass pada termostat dapat dilihat pada sistem pendingin mesin pada saat dingin dan panas (Gambar 18 dan gambar 19)







Gambar 18. Termostat dengan katup by pass pada saat dingin

Cool_18










Gambar 19. Termostat dengan katup by pass pada saat panas

C.  Pemeriksaan dan perawatan sistem pendingin
1.  Pemeliharaan/servis  Radiator dan tutup radiator.
Cool_19Bagian-bagian radiator dapat dilihat pada gambar  20.









Gambar 20. Bagian-bagian radiator
Pemeriksaan dan Perbaikan radiator dilakukan sebagai berikut:
a.      Pemeriksaan pipa-pipa dan bagian yang disolder pada tangki atas dan bawah dari kemungkinan bocor, kalau perlu diperbaiki atau diganti
b.     Periksa sirip dan inti radiator dan perbaiki sirip yang menghambat saluran air dengan menggunakan obene pipih (Gambar 21)


Cool_20
 







Gambar 21. Perbaikan radiator

c.      Bila yang tersumbat dari intinya melebihi 20 persen radiator harus diganti
d.     Periksalah slang radiator dan jika ternya rusak atau keras harus diganti
e.      Periksalah katup pengatur pada tutup radiator dan katup vakum dari kemungkinan pegasnya yang lemah atau dudukannya kurang rapat. Jika katup membuka pada tekanan di bawah harga spesifikasi atau ada kerusakan lain , tutup radiator harus diganti (Gambar 22) 
Cool_21                   






Gambar 22. Pemeriksaan tutup radiator

2) Pemeliharaan/servis  Pompa air
Untuk servis pompa air dilakukan dengan membongkar, membersihkan, mengganti seal-seal yang bocor, memastikan kerapatannya dan merakit kembali. Untuk memahami pompa air dapat dilihat bagian-bagian pompa air seperti gambar 23.




 










Gambar 23. Bagian-bagian Pompa air

3) Pemeliharaan/servis  Termostat
Untuk menservis termostat dilakukan dengan cara: (a) membuka termostat dari sistem pendinginan, (b) memeriksa  termostat dengan cara: menaruh termostat pada  tempat yang berisi air (lihat gambar 24) . Periksalah suhu saat pembukaan katup dengan jalan manikkan suhu air sedikit demi sedikit. Termostat harus diganti bila ternyata terdapat kerusakan, (c) mamasang kembali termostat pada sistem.

D. Perawatan berkala sistem pendingin mesin
Sitem pendingin
2). Pembersihan Sistem Pendinginan

Keselamatan kerja:

Pada waktu motor masih panas, perhatikan waktu membuka tutup radiator !

Langkah kerja : Membongkar radiator
·         keluarkan air pendingin dari radiator dengan membuka kran bawah dan

·         pasangkan bak penampung


Gambar 4.29: baut pembuangan pada radiator (tanda panah)


·         Jika tidak tepasang kran pembuang lepaskan slang radiator bawah

·         Lepaskan slang radiator atas

·           Lepas baut-baut pengikat rumah kipas, jika radiator terpasang rumah kipas tersebut.
·         Lepas baut-baut pengikat radiator pada rangka

·         Keluarkan radiatornya Pembersihan radiator Bagian luar
·           Bersihkan  kotoran-kotoran  yang  menempel  pada  sirip-sirip  radiator dengan jalan menyemprotkan udara/ air panas dari samping bagian dalam menuju keluar

Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor











Gambar 4.30: pembersihan radiator


·           Bersihkan  bagian  luar  pipa  saluran  atas/bawah  dengan  skrap  dan amplas
·           Perbaiki  sirip-sirip  yang  rusak/bengkok  dengan  menggunakan  kayu dengan ujung dibentuk pipih
















Gambar 4.31: pembersihan sirip sirip radiator

Perhatikan !

Jangan memperbaiki sirip-sirip dengan obeng/logam, dapat merusakkan kisi- kisi
Bagian dalam

·         Membersihkan kotoran-kotoran dalam radiator dengan jalan :

·         Sumbat saluran penghubung atas/bawah radiator dengan karet/plastik

·         Isikan air kedalam radiator ½ dari kapasitas radiator

·           Tutup leher pengisian dan kocak-kocak berulang kali, buaang air bilasan tersebut




Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor






·         Kerjakan pembilasan berulang kali sampai air bersih

Pembilasan motor

·         Lepas tutup rumah termostat

·         Keluarkan termostat


Gambar 4.32: mengeluarkan termostat

·         Bersihkan permukaan rumah dan tutup termostat

·         Pasang kembali tutup rumah termostat dengan paking baru

·         Lepas slang by-pass

·         Sumbat saluran by-pass

·         Pasang slang perpanjangan pada tutup rumah termostat

·         Pasangkan radiator

·         Pasang slang bawah

Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor











Gambar 4.33: cara pembilasan

·           Isikan  air  ke  dalam  dengan  menggunakan  sambungan  slang  yang dihubungkan dengan kran air
·         Hidupkan motor putaran dalam keadaan ideal

·         Kerjakan sampai air yang keluar dalam keadaan bersih

Perakitan

·         Pasangkan kembali termostat

·         Perhatikan pemasangan termostat jangan terbalik !



Gambar 4.34: pemasangan termostat yang benar (gambar kanan)




Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor







·         Pasang slang atas

·         Perhatikan kedudukan klem


Gambar 4.35: pemasangan slang yang benar (gambar kanan) Pengisian air
·         Isikan air yang dicampur anti karat ke dalam radiator

Pembuangan udara

Cara sederhana

·           Hidupkan motor, tunggu sampai termostat terbuka, pada saat tersebut keluar gelembung-gelembung udara
·         Tambahkan air pada radiator

·         Kerjakan pekerjaan tersebut sampai gelembung udara tidak ada lagi

Kontrol akhir

·         Pemeriksaan kebocoran

·         Pemeriksaan temperatur air pendingin

·         Pasangkan termometer pada mulut radiator

·               Hidupkan motor sampai terjadi peredaran air dari motor ke radiator dan baca termometer
Cool_23
Gambar 24. Pemeriksaan termostat dan contoh spesifikasinya


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOAL PILIHAN GANDA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN MESIN SEPEDA MOTOR UNTUK UJIAN AKHIR SEKOLAH

Selamat siang semua, apa kabar? Terima kasih untuk kunjungannya selalu, kali ini kami akan menampilkan beberapa soal yang digunakan untuk kegiatan ujian akhir sekolah yang telah berlalu.  Soal pilihan ganda ini digunakan untuk ujian akhir sekolah. soal pilihan ganda ini juga dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang lain seperti ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester. Soal pilihan ganda ini untuk beberapa kompetensi mata pelajaran pada mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor dengan beberapa kompetensi yang diajarkan untuk semester ganjil pada kelas XI dan kelas XII. silakan dicopy dan dibagikan keteman-temannya. yuk,,, mari di simak  SOAL UAS GANJIL 2019 Mapel   : PMSM Kelas     : XI TBSM SOAL PILIHAN GANDA 1.    Komponen system pelumas yang berfungsi untuk menghisap dan menekan minyak pelumas ke bagian-bagian mesin yang memerlukan pelumasan adalah … A.      Saluran ...

CONTOH RPP SMK KURIKULUM 2013 TERBARU JURUSAN TBSM

1. HAKIKAT RPP Menurut Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar. Selanjutnya menurut Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 lampiran IV tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, tahapan pertama dalam pembelajaran menurut standar proses adalah perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan peyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. RPP adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu mengacu pada silabus. Sementara itu menurut Panduan Teknis Penyusunan RPP di Sekolah Dasar, RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemua atau lebih. RPP dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada s...

sepeda motor anak listrik - Jual Sepeda Listrik dan Daftar Harga Sepeda Listrik

This Image was ranked 418 by Bing.com for KEYWORD sepeda motor anak listrik, You will find this result at BING. Wallpaper Details FOR Jual Sepeda Listrik dan Daftar Harga Sepeda Listrik's IMAGE TITLE: Jual Sepeda Listrik dan Daftar Harga Sepeda Listrik IMAGE URL: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkCILZHXTyVz-uCbZoGgZccBo8EipG61AJTeWvhJo9UCgPorfhSWASOjx1-NF9gseXEuyoVQa2NbiOuNaJ8lIUiYad5kTzeP1iwijs4adMiowP7UQ9Q2W-JHYtdnsR_eCbi1QO-M4oD6A/s1600/sepeda+listrik+yamaha.jpg THUMBNAIL: https://tse2.mm.bing.net/th?id=OIP.UT5E2G0LjDWyh4JE66Vp4gHaEa IMAGE SIZE: 18.6KB IMAGE WIDTH: 300 IMAGE HEIGHT: 179 SOURCE DOMAIN: harga-sepedalistrik.blogspot.com SOURCE URL: http://harga-sepedalistrik.blogspot.com/ THUMBNAIL WIDTH: 474 THUMBNAIL HEIGHT: 282 HIGH QUALITY false Signature Image 1: qw3_4HDVxwNK Signature Image 2: sgoOSFSQOEJX These are 15 Images about Jual Sepeda Listrik dan Daftar Harga Sepeda Listrik Jual Sepeda Listrik dan Daftar Harga Sepeda Listrik Download Jual ...