RANGKUMAN MATERI
SISTEM PENDINGIN
I. KOMPETENSI DASAR
3.5. Memahami Prinsip Kerja Sistem Pendingin
4.5. Merawat Secara Berkala Sistem Pendingin
II. INDIKATOR
3.5.1 Menjelaskan fungsi sistem pendingin mesin
3.5.2 Menjelaskan cara
kerja sistem pendingin mesin
3.5.3 Menyebutkan komponen-komponen sitem pendingin mesin
3.5.4 Mengidentifikasi komponen sistem pendingin
4.5.1 Melakukan pemeriksaan sistem pendingin
4.5.2 Melakukan perawaatan secara berkala pada sistem pendingin mesin
III. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Setelah tanya
jawab tentang sistem pendingin peserta didik dapat menjelaskan fungsi system pendingin dengan benar
2. Setelah melakukan diskusi peserta didik dapat menjelaskan cara kerja sistem pendingin dengan benar
3. Setelah melakukan pengamatan
gambar sistem pendingin siswa membuat daftar komponen-komponen sistem bahan bakar
bensin karburator dengan benar
4. Setelah membaca Buku referensi Panduan
Reparasi peserta didik dapat mengidentifikasi komponen system pendingin mesin dengan tepat
5. Setelah melakukan praktik pemeriksaan kebocoran dan tekanan tutup radiator pada sistem pendingin air peserta didik dapat melakukan pemeriksaan sistem pendingin dengan terampil
6. Setelah diberikan tugas peserta didik dapat melakukan perawaatan secara berkala padasistem pendingin dengan percaya diri
IV. MATERI PEMBELAJARAN
1. Konsep dasar sistem pendingin
2. Komponen sistem pendingin
3. Pemeriksaan sistem pendingin
4. Perawatan berkala sistem pendingin mesin
V. URAIAN MATERI
A. Konsep
Dasar sistem pendinginan Mesin
1. Pengertian
dan fungsi system pendingin mesin kendaraan
Menurut neraca panas, pada motor
bakar hanya akan diperoleh sekitar 25 persen hasil pembakaran bakar yang dapat
diubah menjadi energi mekanik. Sebagian besar panas akan keluar melalui gas
buang (kira-kira 34 persen), melalui sistem pendinginan (kira-kira 32 persen)
dan sisanya akan melalui kerugian pemompaan dan gesekan.
Gambar 1. Neraca panas pada mesin
Berdasarkan neraca panas di atas maka fungsi pendinginan pada motor
menjadi penting, karena panas yang akan terserap oleh sistem pendinginan dapat
mencapai 32 persen. Panas yang diserap mesin harus segera dibuang dengan segera. Apabila panas mesin berlebihan
maka komponen tersebut akan memua dan gesekan antar komponen menjadi berlebihan
sehingga kerusakan komponen mesin menjadi lebih cepat. Untuk itulah, kendaraan
memerlukan system pendinginan yang berfungsi untuk menjaga temperature mesin
dan mencegah panas yang berlebihan (Overheating). Ada beberapa fungsi system
pendingin mesin yaitu:
a. Untuk mengurangi panas motor. Panas yang dihasilkan oleh
pembakaran campuran udara dan bahan bakar dapat mencapai sekitar 2500° C. Panas yang cukup tinggi ini dapat
melelehkan logam atau komponen lain yang digunakan pada motor, sehingga apabila
motor tidak dilengkapi dengan sistem pendingin dapat merusakkan komponen motor
tersebut.
b. Untuk mempertahankan agar temperatur motor selalu pada
temperatur kerja yang paling efisien pada berbagai kondisi. Umumnya temperatur
kerja motor antara 82 sampai 99° C.
Pada saat komponen motor mencapai temperatur tersebut, komponen motor akan
memuai sehingga celah (clearance)
pada masing-masing komponen menjadi tepat. Disamping itu kerja motor menjadi
maksimum dan emisi gas buang yang
ditimbulkan menjadi minimum.
c. Untuk mempercepat motor mencapai temperatur kerjanya
dengan tujuan untuk mencegah terjadinya keausan yang berlebihan, kerja motor
yang kurang baik, emisi gas buang yang berlebihan. Hal tersebut dapat terjadi
karena pada saat motor bekerja pada temperatur yang dingin maka campuran bahan
bakar dengan udara yang masuk ke dalam silinder tidak sesuai dengan campuran
yang dapat menghasilkan kerja motor yang maksimum. Temperatur dinding silinder
yang dingin mengakibatkan pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga gas buang
banyak mengandung emisi yang merugikan manusia. Oleh karena itu pada saat motor
hidup temperatur kerja harus segera dicapai.
d. Untuk memanaskan ruangan di dalam ruang penumpang,
khusunya di negara-negara yang mengalami musim dingin.
2. Macam
Sistem Pendingin
Sistem pendingin yang biasa digunakan pada motor ada dua macam,
yaitu sistem pendingin udara dan sistem pendingin air.
a. Sistem
Pendingin Udara
1)
Pendinginan oleh aliran udara secara alamiah.
Pada sistem ini panas yang dihasilkan
oleh pembakaran gas dalam ruang bakar sebagian dirambatkan keluar dengan
menggunakan sirip-sirip pendingin (cooling fins) yang dipasangkan
di bagian luar silinder (Gambar 2). Pada tempat yang suhunya lebih tinggi yaitu
pada ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang daripada sirip
pendingin yang terdapat di sekitar
silinder yang suhunya lebih rendah.
Gambar 2. Pendinginan Udara Secara Alamiah
2) Pendinginan
oleh tekanan udara
Udara
yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau
udaranya hrus mengalir agar suhu udara di sekitar sirip tetap rendah sehingga
penyerapan panas tetap berlangsung sempurna. Hal ini dapat dicapai dengan jalan
menggerakkan sirip pendingin atau udaranya. Bila sirip pendingin yang
digerakkan atau mesinnya bergerak seperti pada sepedamotor. Pada mesin
stasioner aliran udaranya diciptakan dengan cara menghembuskannya melalui
blower yang dihubungkan langsung dengan poros engkol Gambar 3 menunjukkan
pendinginan udara menggunakan kipas/blower yang terpasang pada roda gila (flywheel
fan), yang dianggap tidak efisien karena tanpa pengarah aliran (shroud).
Agar aliran udara pendingin lebih dapat mendinginkan sirip-sirip digunakan
pengarah (Gambar 4)

Gambar 3. Kipas udara pada roda gila
![]() |
Gambar 4. Kipas pada roda gila dengan pengarah
aliran
b. Sistem
Pendingin Air
Pada sistem ini, panas
dari hasil proses pembakaran bahan bakar dan udara dalam ruang bakar dan
silinder sebagian diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder
dan ruang bakar. Oleh karena itu di bagian luar dinding silinder dan ruang
bakar dibuat mantel-mantel air (water
jacket). Panas yang diserap oleh air pendingin pada water jacket
selanjutnya akan menyebabkan naiknya temperatur air pendingin tersebut. Apabila
air pendingin tersebut tetap berada pada mantel air, maka air akan cenderung
mendidih dan menguap. Hal tersebut dapat dihindari dengan jalan mengganti air
tersebut dengan air yang masih dingin sedangkan air yang telah panas harus
dialirkan keluar dari mantelnya dengan kata lain harus bersirkulasi. Sirkulasi
air tersebut ada dua macam yaitu sirkulasi alam atau thermo syphon dan
sirkulasi dengan tekanan.
Kebanyakan mobil
menggunakan sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan (forced circulation), sedangkan sepedamotor umumnya menggunakan
sistem pendingin udara. Untuk selanjutnya pada modul ini akan dibahas sistem
pendingin air dengan sirkulasi tekanan.
Konstruksi sistem
pendingin air lebih rumit dibanding sistem pendingin udara sehingga biaya
produksinya lebih mahal. Secara rinci
keunggulan sistem pendingin air antara lain :
1. Temperatur
seluruh mesin lebih seragam sehingga kemungkinan distorsi kecil ;
2. Ukuran
kipas relatif lebih kecil sehingga tenaga yang diperlukan kecil ;
3. Mantel
air dan air dapat meredam getaran ;
4. Kemungkinan
overheating kecil, walaupun dalam kerja yang
berat ;
5. Jarak
antar silinder dapat diperdekat sehingga mesin lebih ringkas.
Di sisi lain sistem pendingin air mempunyai
kerugian yaitu :
1. Bobot
mesin lebih berat (karena adanya air,
radiator, dsb.) ;
2. Waktu
pemanasan lebih lama ;
3. Pada
temperatur rendah diperlukan antifreeze
;
4. Kemungkinan
terjadinya kebocoran air sehingga mengakibatkan overheating ;
5. Memerlukan
kontrol yang lebih rutin.
Adapun konstruksi
sistem pendingin air dengan sirkulasi tekanan dapat dilihat pada gambar 5.
Sistem pendingin air dilengkapi dengan water jacket, pompa air, radiator,
thermostat, kipas, dan selang karet. Masing-masing komponen sistem pendingin
tersebut akan dibahas pada uraian tersendiri.

Gambar 5.
Konstruksi sistem pendingin air
Pada saat mesin masih
dingin, air hanya bersirkulasi di sekitar mesin karena thermostat masih
menutup. Dalam hal ini thermostat berfungsi untuk membuka dan menutup saluran
air dari mesin ke radiator. Air mendapat tekanan dari pompa air, tetapi tekanan
tersebut tidak mampu menekan thermostat menjadi terbuka. Untuk mencegah
timbulnya tekanan yang berlebihan akibat proses pemompaan, maka pada sistem
pendingin dilengkapi dengan saluran by
pass, sehingga air yang bertekanan akan kembali melalui saluran by pass tersebut.

Gambar 6. Sistem pendingin air saat mesin dingin
Pada saat
mesin panas, thermostat terbuka sehingga air yang telah panas di dalam water jacket (yang telah menyerap panas
dari mesin), kemudian disalurkan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas
pendingin dan aliran udara dengan adanya gerakan maju dari kendaraan. Air
pendingin yang sudah dingin kemudian ditekan kembali ke water jacket oleh pompa air.

Gambar 7. Sistem pendingin
air saat mesin panas
Sistem pendingin air bekerja menurut dua kondisi mesin
yaitu,
1) Saat mesin masih dingin
Pada
saat mesin masih dingin, air pendingin hanya bersikulasi disekitar mesin
melalui selang bypass dan kembali lagi ke pompa air. Hal ini karena termostat
masih menutup. Air pendingin masih dalam keadaan dingin.
2) Saat mesin panas
Pada
saat mesin panas, termostat terbuka sehingga air yang telah panas dalam water
jacket kemudian disirkulasikan ke radiator untuk didinginkan dengan kipas
pendingin dan aliran udara dari gerakan sepeda motor saat melaju dijalan. Air
pendingin yang sudah dingin kemudian dialirkan kembali kewater jacket oleh
pompa air.
B. Komponen sistem pendingin
Komponen-komponen
sistem pendinginan air yang penting dan perlu dipelihara/diservis adalah: (1)
Radiator, (2) Tutup radiator, (3) Pompa air, (4) Kipas, (5) Katup termostat,
(6) Tangki reservoir.
1.
Radiator
Radiator pada sistem pendinginan
berfungsi untuk mendinginkan air atau membuang panas air ke udara melalui
sisrip-sirip pendinginnya. Konstruksi radiator dapat dilihat pada gambar 8.
Gambar 8. Konstruksi radiator
Konstruksi radiator terdiri dari:
a. Tangki atas
Tangki
atas berfungsi untuk menampung air yang
telah panas dari mesin. Tangki atas dilerngkapi dengan lubang pengisian, pipa
pembuangan dan saluran masuk dari mesin. Lubang pengisian harus ditutup dengan
tutup radiator. Pipa pembuangan untuk mengalirkan kelebihan air dalam sistem
pendinginan yang disebabkan oleh ekspansi panas dari air keluar atau ke tangki
reservoir. Saluran masuk ditempatkan agak keujung tangki atas.
b. Inti radiator (radiator core)
Inti
radiator berfungsi untuk membuang panas dari air ke udara agar suhu air lebih
rendah dari sebelumnya. Inti radiator terdiri dari pipa-pipa air untuk
mengalirka air dari tangki atas ke tangki bawah dan sisrip-sirip pendingin
untuk membuang panas air dalam pipa-pipa air. Udara juga dialirkan diantara
sirip-sirip pendingin agar pembuangan panas secepat mungkin. Besar kecilnya
inti radiator tergantung pada kapasitas mesin dan jumlah pipa-pipa air dan
sisrip-siripnya
c.
Tangki
bawah
Tangki
bawah berfungsi untuk menampung air yang telah didinginkan oleh inti radiator
dan selanjutnya disalurkan ke mesin melalui pompa. Pada tangki bawah juga
dipasangkan saluran air yang berhubungan dengan pompa air dan saluran
pembuangan untuk membuang air radiator pada saat membersihkan radiator dan
melepas radiator.
2.
Tutup
Radiator
Tutup radiator berfungsi untuk
menaikkan titik didih air pendingin
dengan jalan menahan ekspansi air pada saat air menjadi panas sehingga
tekanan air menjadi lebih tinggi daripada tekanan uadar luar. Di samping itu pada
sistem pendinginan tetrutup, tutup radiator berfungsi untuk mempertahankan air
pendingin dalam sistem meskipun dalam keadaan dingin atau panas. Untuk maksud
tersebut tutup radiator dilengkapi dengan katup pengatur tekanan (relief
valve) dan katup vakum (Gambar 9).
Gambar 9. Konstruksi tutup radiator
Cara
kerja katup-katup pada tutup radiator adalah sebagai berikut:
Pada
saat mesin dihidupkan suhu air pendingin segera naik dan akan menyebabkan kenaikan
volume air sehingga cenderung keluar saluran pengisian radiator. Keluarnya air tersebut
ditahan oleh katup pengatur tekanan sehingga tekanan naik. Kenaikan tekanan
akan menaikkan titik didih air yang berarti mempertahankan air pendingin dalam
sistem. Bila kenaikan suhu sedemikian rupa
sehingga menyebabkan kenaikan volume air yang berlebihan, tekanan air
akan melebihi tekanan yang diperlukan dalam sistem. Karenya air akan mendesak
katup pengatur tekanan untuk membuka dan air akan keluar melalui katup ini ke
pipa pembuangan. (Gambar 10a).
Pada saat suhu air pendingin turun
akan terjadi penurunan volume, yang akan menyebabkan terjadinya kevakuman dalam
sistem yang selanjutnya akan membuka katup vakum sehingga dalam sistem tidak
terjadi kevakuman lagi (Gambar 10b). Sistem yang menggunakan tangki reservoir,
kevakuman akan diisi oleh air sehingga air dalam sistem akan tetap (Gambar 11).
Bila sistem tidak menggunakan tangki reservoir maka yang masuk adalah udara.
(a)
(b)
Gambar 10. Kerja katup pengatur tekanan dan
katup vakum
Gambar 11. Radiator dengan tangki reservoir
3.
Pompa
Air
Pompa
air berfungsi untuk menyirkulasikan air pendingin dengan jalan membuat perbedaan tekanan antara saluran isap
dengan saluran tekan pada pompa. Pompa air yang biasa digunakan adalah pompa sentrifugal.
Pompa air ini digerakkan oleh mesin dengan bantuan tali kipas (“V” belt)
dan puli dengan perbandingan putaran antara pompa air dengan mesin sekitar 0,9
sampai 1,3. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengalirkan air pendingin sesuai
dengan operasi mesin (Gambar 12)

Gambar 12. Konstruksi pompa air
Pompa ini terdiri dari: (a) Poros,
(b) Impeller, dan (c) Water seal
4.
Kipas
Pendingin
Kipas
berfungsi untuk mengalirkan udara pada inti radiator agar panas yang terdapat
pada inti radiator dapat dipancarkan ke udara dengan mudah. Kipas pendingin
dapat berupa kipas pendingin biasa (yang diputarkan oleh mesin) atau kipas
pendingin listrik. Kipas pendingin biasa digerakkan oleh putaran puli poros
engkol. Poros kipas biasa sama dengan poros pompa air sehingga putaran kipas
sama dengan putaran pompa.
Pada
kipas pendingin listrik digerakkan oleh motor listrik akan menghasilkan
efisiensi pendinginan yang lebih baik (terutama pada kecepatan rendah dan beban
berat) dan membantu pemanasan awalair pendingin yang lebih cepat, penggunaan
bahan bakar yang lebih hemat, dan mengurangi suara berisik (Gambar 13).

Gambar 13. Penggerak kipas dengan motor listrik
Adapun cara kerja kipas pendingin
listrik sebagai berikut:
(Lihat gambar 14)
Gambar 14. Cara kerja kipas pendingin listrik
Bila
suhu air pendingin dibawah 83 ºC temperature switch ON dan relay
berhubungan dengan masa. Fan relay coil terbuka dan motor tidak bekerja.
Bila
suhu air pendingin di atas 83 ºC, temperature
switch akan OFF dan sirkuit relay ke masa terputus. Fan relay tidak
bekerja, maka kontak poin merapat dan kipas mulai bekerja.
5.
Katup
Termostat
Katup
termostat berfungsi untuk menahan air pendingin bersirkulasi pada saat suhu mesin yang rendah dan membuka
saluran adri mesin ke radiator pada saat suhu mesin mencapai suhu idealnya.
Katup termostat biasanya dipasang pada saluran air keluar dari mesin ke
radiator yang dimaksudkan agar lebih
mudah untuk menutup saluran bila mesin dalan keadaan dingin dan mebuka saluran
bila mesin sudah panas.
Ada 2 tipe termostat, yaitu tipe
bellow dan tipe wax. Kebanyakan termostat yang digunakan adalah tipe wax. Di
samping itu termostat tipe wax ada yang menggunakan katup by pass dan tidak
menggunakan katup by pass.
Gambar 15. Termostat tipe wax
Cara kerja katup termostat adalah
sebagai berikut:
Pada
saat suhu air pendingin rendah katup tertutup atau saluran dari mesin ke
radiator terhalang oleh wax (lilin) yang belum memuai. Bila suhu air pendingin
naik sekitar 80 sampai dengan 90 derajat Celcius maka lilin akan memuai dan
menekan karet. Karet akan berubah bentuk dan menekan poros katup. Oleh karena
posisi poros tidak berubah maka maka karet yang sudah berubah tersebut akan membawa
katup untuk membuka (Gambar 16) .

Gambar 16. Katup termostat pada saat suhu
80-90 ºC
Untuk menghindari terjadinya tekanan
air yang tinggi pada saat katup termostat tertutup, pada saluran di bawah katup
dibuatkan saluran ke pompa air yang dikenal dengan saluran pintas (by pass).
Lihat gambar 17.
Gambar 17. Termostat dengan katup by pass
Cara kerja katup by pass pada
termostat dapat dilihat pada sistem pendingin mesin pada saat dingin dan panas
(Gambar 18 dan gambar 19)
Gambar 18. Termostat dengan katup by pass pada
saat dingin

Gambar 19. Termostat dengan katup by pass pada
saat panas
C. Pemeriksaan dan perawatan sistem pendingin
1. Pemeliharaan/servis Radiator dan tutup radiator.
Bagian-bagian radiator dapat dilihat
pada gambar 20.
Gambar 20. Bagian-bagian radiator
Pemeriksaan
dan Perbaikan radiator dilakukan sebagai berikut:
a.
Pemeriksaan
pipa-pipa dan bagian yang disolder pada tangki atas dan bawah dari kemungkinan
bocor, kalau perlu diperbaiki atau diganti
b.
Periksa
sirip dan inti radiator dan perbaiki sirip yang menghambat saluran air dengan
menggunakan obene pipih (Gambar 21)
![]() |
Gambar 21. Perbaikan radiator
c.
Bila
yang tersumbat dari intinya melebihi 20 persen radiator harus diganti
d.
Periksalah
slang radiator dan jika ternya rusak atau keras harus diganti
e.
Periksalah
katup pengatur pada tutup radiator dan katup vakum dari kemungkinan pegasnya
yang lemah atau dudukannya kurang rapat. Jika katup membuka pada tekanan di
bawah harga spesifikasi atau ada kerusakan lain , tutup radiator harus diganti
(Gambar 22)
Gambar 22. Pemeriksaan tutup radiator
2) Pemeliharaan/servis Pompa air
Untuk
servis pompa air dilakukan dengan membongkar, membersihkan, mengganti seal-seal
yang bocor, memastikan kerapatannya dan merakit kembali. Untuk memahami pompa
air dapat dilihat bagian-bagian pompa air seperti gambar 23.

Gambar 23. Bagian-bagian Pompa air
3) Pemeliharaan/servis Termostat
Untuk
menservis termostat dilakukan dengan cara: (a) membuka termostat dari sistem
pendinginan, (b) memeriksa termostat
dengan cara: menaruh termostat pada
tempat yang berisi air (lihat gambar 24) . Periksalah suhu saat
pembukaan katup dengan jalan manikkan suhu air sedikit demi sedikit. Termostat
harus diganti bila ternyata terdapat kerusakan, (c) mamasang kembali termostat
pada sistem.
D. Perawatan
berkala sistem pendingin mesin
Sitem
pendingin
2). Pembersihan
Sistem Pendinginan
Keselamatan kerja:
Pada waktu motor masih panas, perhatikan waktu membuka tutup radiator !
Langkah kerja :
Membongkar radiator
· keluarkan
air pendingin dari
radiator dengan membuka kran bawah dan
· pasangkan bak penampung

Gambar 4.29: baut pembuangan pada
radiator
(tanda panah)
· Jika tidak tepasang kran pembuang lepaskan slang
radiator bawah
· Lepaskan slang radiator atas
· Lepas baut-baut pengikat rumah kipas, jika radiator terpasang rumah
kipas tersebut.
· Lepas baut-baut pengikat
radiator
pada rangka
· Keluarkan radiatornya Pembersihan radiator Bagian
luar
· Bersihkan kotoran-kotoran yang menempel pada sirip-sirip radiator dengan jalan
menyemprotkan udara/ air panas dari samping bagian
dalam menuju keluar

|
Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor
|
|
|
|

Gambar 4.30: pembersihan radiator
·
Bersihkan
bagian
luar
pipa saluran
atas/bawah
dengan
skrap
dan amplas
· Perbaiki sirip-sirip
yang
rusak/bengkok dengan
menggunakan
kayu
dengan ujung dibentuk pipih
Gambar 4.31: pembersihan
sirip sirip radiator
Perhatikan !
Jangan memperbaiki sirip-sirip dengan obeng/logam, dapat merusakkan kisi-
kisi
Bagian dalam
· Membersihkan kotoran-kotoran dalam radiator dengan jalan :
· Sumbat saluran penghubung atas/bawah radiator dengan karet/plastik
· Isikan air kedalam radiator
½ dari kapasitas radiator
·
Tutup leher pengisian dan kocak-kocak berulang kali, buaang
air
bilasan tersebut

|
|
|
|
Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor
|
· Kerjakan pembilasan berulang
kali
sampai air
bersih
Pembilasan motor
· Lepas tutup rumah termostat
· Keluarkan termostat

Gambar 4.32: mengeluarkan
termostat
· Bersihkan permukaan rumah dan tutup termostat
· Pasang kembali tutup rumah termostat dengan paking baru
· Lepas slang by-pass
· Sumbat saluran by-pass
· Pasang slang perpanjangan pada
tutup rumah termostat
· Pasangkan radiator
· Pasang slang bawah

|
Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor
|
|
|
|

Gambar 4.33: cara pembilasan
·
Isikan air
ke dalam
dengan menggunakan sambungan slang yang dihubungkan dengan kran
air
· Hidupkan motor putaran dalam keadaan ideal
· Kerjakan sampai
air
yang keluar dalam
keadaan bersih
Perakitan
· Pasangkan kembali termostat
· Perhatikan pemasangan termostat
jangan terbalik !

Gambar 4.34: pemasangan termostat yang benar (gambar kanan)

|
|
|
|
Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor
|
· Pasang slang atas
· Perhatikan kedudukan klem

Gambar 4.35: pemasangan
slang yang benar (gambar kanan) Pengisian air
· Isikan air
yang
dicampur anti karat
ke dalam radiator
Pembuangan udara
Cara sederhana
·
Hidupkan motor, tunggu sampai termostat terbuka, pada saat tersebut
keluar gelembung-gelembung udara
· Tambahkan air pada radiator
· Kerjakan pekerjaan tersebut sampai
gelembung udara tidak ada lagi
Kontrol akhir
· Pemeriksaan kebocoran
· Pemeriksaan temperatur air pendingin
· Pasangkan termometer pada mulut
radiator
·
Hidupkan motor sampai terjadi peredaran air dari motor ke radiator dan baca
termometer

Gambar
24. Pemeriksaan
termostat dan contoh spesifikasinya


Komentar
Posting Komentar
Bagaimana pendapat saudara tentang blog ini. terima kasih atas koment dan kunjungannya.