Menerapkan Cara Perawatan
Sistem Kopling Manual
A.
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Kompetensi
Inti
KI-3 (Pengetahuan) :
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan
mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
Teknik dan Bisnis Sepeda Motor pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan
potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI-4 (Keterampilan) :
Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta
memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik dan Bisnis
Sepeda Motor.Menampilkan kinerja di
bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar
kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan
menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan
solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
kesiapan, meniru, membiasakan,gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Kompetensi
Dasar
1. KD.
3.9 Menerapkan Cara Perawatan Sistem Kopling Manual
2. KD.
4.9 Merawat Secara Berkala Sistem Kolping Manual
B.
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1.1
Menyebutkan komponen-komponen dan fungsi sistem
kopling manual
3.1.2
Menjelaskan
prinsip kerja kopling
3.1.3
Menjelaskan
perawatan system kopling manual sesuai SOP
4.1.1
Melakukan perawatan
sistem kopling manual
C.
Tujuan Pembelajaran
1. Setelah
mengumpulkan data Peserta didik dapat menyebutkan komponen-komponen sistem
kopling manual dan fungsinya dengan benar.
2. Setelah
mengasosiasi data Perserta didik dapat menjelaskan prinsip kerja kopling manual
dengan benar.
3. Setelah
tayangan video pembelajaran tentang perawatana kopling peserta didik dapat
menjelaskan cara merawat kopling manual dengan benar.
D.
KAJIAN MATERI
I. PRINSIP PEMINDAHAN TENAGA

Gambar 1. Rangkaian pemindahan tenaga dari mesin sampai roda
Sepeda motor dituntut bisa dioperasikan atau dijalankan pada berbagai kondisi jalan. Namun demikian,
mesin yang berfungsi sebagai penggerak utama pada sepeda motor tidak bisa melakukan dengan baik apa yang menjadi kebutuhan
atau tuntutan kondisi jalan tersebut.
Misalnya, pada saat jalanan mendaki,
sepeda motor membutuhkan momen
puntir (torsi)
yang besar namun kecepatan atau laju sepeda
motor yang dibutuhkan rendah. Pada saat ini walaupun putaran mesin tinggi karena katup trotel atau katup gas dibuka penuh namun putaran mesin tersebut harus dirubah
menjadi kecepatan atau
laju sepeda motor
yang rendah. Sedangkan pada saat sepeda motor berjalan pada jalan
yang rata, kecepatan diperlukan tapi tidak
diperlukan torsi yang besar.
Berdasarkan penjelasan di atas, sepeda motor harus dilengkapi
dengan suatu sistem yang mampu menjembatani
antara output mesin (daya dan torsi mesin) dengan tuntutan
kondisi jalan. Sistem ini dinamakan dengan sistem pemindahan tenaga.
Ketika piston bergerak ke atas (TMA) campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder dikompresi.
Kemudian campuran
dinyalakan oleh busi dan terbakar
dengan cepat (peledakan). Gas hasil pembakaran tersebut melakukan
expansi (pengembangan) dan mendorong piston ke bawah (TMB). Tenaga ini diteruskan melalui connecting
rod (batang piston), lalu memutar crankshaft.
menekan piston naik untuk mendorong gas hasil pembakaran. Selanjutnya piston melakukan langkah
yang
sama. Gerak piston naik turun yang berulang-ulang diubah
menjadi gerak putar yang halus.
Tenaga putar dari crankshaft ini akan dipindahkan ke roda belakang melalui roda gigi reduksi,
kopling, gear box (transmisi),
sprocket penggerak, rantai dan
roda sprocket. Gigi reduksi berfungsi
untuk mengurangi putaran mesin agar terjadi
penambahan tenaga.
II. Kopling
Kopling
berfungsi meneruskan dan
memutuskan putaran
dari
poros engkol
ke transmisi (perseneling) ketika
mulai
atau
pada
saat
mesin akan berhenti atau memindahkan gigi. Umumnya kopling
yang digunakan pada sepeda motor adalah adalah kopling tipe basah dengan
plat ganda,
artinya
kopling
dan
komponen kopling lainnya
terendam dalam
minyak pelumas dan terdiri atas beberapa
plat kopling.
Tipe kopling yang
digunakan pada sepeda motor menurut cara
kerjanya ada dua jenis yaitu kopling mekanis dan kopling otomatis.
Cara melayani kedua jenis kopling ini sewaktu membebaskan
(memutuskan) putaran poros engkol
sangat berbeda.
A.
Kopling Mekanis
Kopling mekanis adalah kopling yang cara kerjanya diatur oleh handel kopling, dimana pembebasan dilakukan dengan cara
menarik handel kopling pada batang kemudi. Kedudukan kopling ada yang
terdapat
pada
crankshaft
(poros
engkol/kruk as).
Sistem kopling
mekanis terdiri atas bagian-bagian berikut :
a) mekanisme handel terdiri atas: handel,
tali kopling (kabel kopling),
tuas (batang) dan pen pendorong.
b) mekanisme kopling terdiri atas : gigi primer kopling (driven
gear), rumah (clutch housing), plat gesek (friction plate) plat kopling (plain plate), per (coil
spring), pengikat (baut), kopling tengah (centre
clutch), plat tutup atau plat
penekan (pressure plate), klep
penjamin
dan
batang penekan/pembebas (release rod).
Rumah kopling (clutch
housing) ditempatkan pada poros utama
(main shaft) yaitu
poros yang menggerakkan
semua roda gigi transmisi. Tetapi
rumah kopling ini bebas terhadap
poros utama, artinya bila rumah
kopling berputar poros utama tidak ikut
berputar. Pada bagian luar
rumah kopling terdapat roda
gigi
(diven gear) yang berhubungan dengan roda gigi
pada
poros
engkol sehingga bila poros engkol berputar
maka rumah kopling juga ikut berputar.
Agar putaran rumah kopling dapat sampai pada poros utama maka pada poros utama dipasang hub kopling (clutch sleeve
hub). Untuk menyatukan rumah kopling deng hub kopling
digunakan dua tipe pelat, yaitu pelat tekan (clutch
driven
plate/plain plate) dan pelat gesek (clutch drive plate/friction plate). Pelat gesek dapat bebas bergerak
terhadap hub kopling, tetapi
tidak bebas
terhadap
rumah
kopling.
Sedangkan pelat tekan dapat bebas bergerak
terhadap rumah kopling, tetapi tidak bebas pada
hub kopling.

Gambar 2. Mekanisme koling mekanis
B.
Cara kerja kopling Mekanis

Gambar 3. Handel kopling ditekan sehingga kopling saat ini tidak meneruskan
putaran dari mesin ke transmisi
Bila handel kopling pada batang kemudi bebas
(tidak
ditarik)
maka pelat tekan dan pelat
gesek dijepit oleh piring
penekan (clutch pressure
plate) dengan bantuan
pegas kopling sehingga
tenaga putar dari poros engkol sampai pada roda belakang.
Sedangkan bila handel kopling pada batang kemudi ditarik maka kawat
kopling
akan
menarik
alat
pembebas kopling. Alat pembebas kopling ini akan menekan batang tekan (pushrod) atau release rod yang ditempatkan di dalam poros utama. Pushrod
akan mendorong piring penekan
ke arah berlawanan dengan
arah gaya pegas kopling. Akibatnya
pelat gesek dan pelat tekan akan
saling merenggang dan putaran
rumah kopling tidak diteruskan
pada poros utama, atau hanya memutarkan rumah kopling dan pelat geseknya
saja.

Gambar 4. Handel kopling mulai dilepas
Dalam
gambar 4 mengilustrasikan
saat handel kopling mulai dilepas sehingga saat ini plat–plat
pada
kopling
mulai
berhubungan antara satu dengan yang lainnya sehingga putaran dari mesin
(chranshaft) mulai diteruskan ke transmisi

Gambar 5. Handel kopling dilepas
Pada
gambar 5 mengilustrasikan saat handel kopling dilepas penuh sehingga putaran dari mesin diteruskan dengan sempurna ke transmisi karena antara plat kopling dan plat gesek pada kopling
sudah saling berhubungan.
C.
Tife pembebasan kopling
1.
Tipe dengan mendorong dari arah luar (outer push type)
Pada tipe ini, jika handel
kopling ditarik,
plat penekan (pressure plate) akan ditekan ke dalam dari arah sebelah luar.
Dengan tertekannya plat penekan tersebut, plat kopling
akan merenggang dari plat penekan, sehingga kopling akan bebas
dan putaran mesin tidak diteruskan ke transmisi.

Gambar 6. Pembebas Kopling tipe outer push
2. Tipe dengan mendorong ke arah dalam (inner push type)
Pada tipe ini, jika handel
kopling ditarik,
plat penekan (pressure plate) akan ditekan ke luar dari arah sebelah
dalam. Dengan tertekannya plat penekan tersebut,
plat kopling akan
merenggang dari plat penekan, sehingga kopling akan bebas
dan putaran mesin tidak diteruskan ke transmisi.

Gambar 7. Pembebas Kopling inner push type
3. Tipe rack and pinion
Pada tipe ini, dimungkinkan
kopling dapat
dihubungkan dan
dilepas secara langsung. Konstruksinya sederhana namun mempunyai daya
tahan yang tinggi sehingga
cocok untuk sepeda motor bermesin
putaran tinggi.

Gambar 8. Pembebas Kopling Tipe rack and pinion
D.
Kopling Otomatis
Kopling otomatis adalah kopling
yang cara kerjanya diatur oleh
tinggi atau
rendahnya putaran
mesin
itu
sendiri, dimana
pembebasan
dilakukan secara
otomatis,
pada
saat
putaran
rendah. Kedudukan kopling berada pada poros engkol/kruk as dan ada juga yang
berkedudukan
pada as primer persnelling/poros utama transmisi (main/input shaft transmisi)
seperti halnya kopling mekanis.
Mekanisme atau peralatan kopling
otomatis tidak berbeda dengan
peralatan yang terdapat
pada kopling mekanis,
hanya tidak ada
perlengkapan handel sebagai gantinya terdapat alat khusus yang bekerja secar otomatis
pula seperti:
1.
Otomatis kopling; terdapat pada kopling tengah (untuk kopling
yang
berkedudukan pada crankshaft),
2.
Bola baja keseimbangan gaya berat (roller
weight); berguna untuk menekan
palat dasar waktu
digas,
3.
Per kopling yang lemah; berguna untuk menetralkan (menolkan) kopling
waktu mesin hidup langsam/idle, dan
4.
Pegas pengembali (return spring); berguna untuk mengembalikan cepat dari posisi masuk kenetral bila mesin hidup dari putaran tinggi menjadi
rendah.
Kopling otomatis terdiri atas dua
unit kopling yaitu kopling
pertama dan kopling kedua. Kopling pertama ditempatkan pada poros engkol. Komponennya terdiri
atas
pasangan sepatu (kanvas) kopling, pemberat sentrifugal, pegas
pengembali dan rumah
kopling.
E.
Cara Kerja kopling Otomatis
Pada putaran stasioner/langsam (putaran rendah), putaran poros
engkol tidak diteruskan ke gigi pertama penggerak (primary drive gear) maupun ke gigi pertama yang digerakkan (primary driven gear). Ini tejadi karena rumah
kopling bebas (tidak berputar) terhadap kanvas, pemberat, dan pegas pengembali yang terpasang pada poros engkol.
Pada saat putaran mesin rendah (stasioner),
gaya sentrifugal dan kanvas kopling, pemberat
menjadi kecil sehingga sepatu kopling terlepas dari rumah kopling dan tertarik ke arah poros engkol, akibatnya rumah kopling yang berkaitan
dengan gigi pertama penggerak menjadi
bebas terhadap poros engkol.
Saat putaran mesin bertambah, gaya sentrifugal semakin
besar sehingga mendorong kanvas kopling mencapai rumah kopling di mana gayanya lebih besar dari gaya tarik pengembali. Rumah kopling ikut berputar dan meneruskan ke tenaga gigi pertama
yang digerakkan.
Sedangkan kopling kedua ditempatkan bersama primary
driven gear pada poros
center (countershaft) dan berhubungan
langsung dengan mekanisme pemindah gigi
transmisi/persnelling. Pada saat gigi
persnelling dipindahkan oleh pedal
pemindah
gigi,
kopling kedua dibebaskan oleh pergerakan
poros pemindah gigi

Gambar 9. Mekanisme Kopling Otomatis
F. PERAWATAN BERKALA SISTEM KOPLING MANUAL
Tidak serumit cara mengendarai sepeda motor dengan
kopling manual, prosedur perawatannya justru sangat sederhana dan mudah
dilakukan. Kopling manual tidak membutuhkan pemeriksaan komponen yang ada di
dalam mesin selama tidak ada gejala kerusakan yang ditimbulkan. Terdapat dua
macam perawatan berkala system kopling manual, yaitu :
1. Pemeriksaan dan penyetelan jarak bebas handle kopling
Jarak bebas handel kopling sangat berpengaruhi kinerja
kopling. Jarak bebas yang terlalu jauh membuat kopling tidak mudah membuka
sepenuhnya sehingga menimbulkan selip kopling. Bila terus terjadi kampas
kopling menjadi mudah aus. Jika jarak bebasnya trlalu kecil atau besar, lakukan
penyetelan dengan memutar bau/ mur penyetel.
Ada dua penyetelan yang digunakan menyetel jarak bebas
handle kopling yaitu penyetelan didekat handle kopling dan yang berada di dekat
tuas penekan kopling (di Mesin)
a.
Pemeriksaan Gerak bebas kopling

Gambar 10. Gerak bebas kopling
b.
Penyetelan Gerak bebas kopling

Gambar 11. Penyetelan gerak bebas kopling pada
handle dan tuas kopling
c.
Penyetelan pada setelan dan pengunci pada handle kopling

Gambar 12. Penyetelan pada handle kopling manual
BPR SEPEDA MOTOR HONDA
TIGER


2. Pelumasan poros/ engsel handel kopling
Agar dapat bergerak dengan baik handle kopling menggunakan poros/engsel.
Poros ini sebaiknya harus diperiksa secara berkala dan bila dibutuhkan dapat
ditambahkan sedikit minyak pelumas untuk melumasi posros di handle kopling.
Pelumsan juga dapat dilakukan di mekanisme engsel tuas pembebas kopling yang
ada di dekatmesin. Lumasi dengan minyak pelumas yang masih baru dan jangan
terlalu banyak agar kotoran tidak mudah melekat.
3. Penyetelan Kopling
Langkah-langkah
Penyetelan :
1. Longgarkan mur pengunci
2. Putar penyetel koling sebanyak satu putaran searah
jarum jam
3. Perlahan-lahan putar penyetel kopling berlawanan arah jarum jam
hingga terasa tertahan
4. Selanjutnya, putar kembali menyetel kopling
searah jarum jam sebanyak 1/8 putaran, kemudian kencangkan mur pengunci
5. Setelah selesai dilakukan penyetelan, coba uji
jalan sepeda motor yang dipakai praktik untuk mengecek apakah penyetelan
kopling sesuai.
6. Mesin harus hidupdengan mudah menggunakan pedal
kick starter tanpa terjadi kopling slip.
7. Sewaktu memasukkan gigi, kerja kopling harus
halus dan ringan, terutama ketika gigi dimasukkan ke posisi netral.

G.
Evaluasi
a. Soal Pilihan ganda
Petunjuk : Pilihlah salah
satu jawaban A, B, C, D yang dianggap benar!
1.
Letak posisi kopling berada pada
a. Tepat ditengah transmisi
b. Diantara engine dan transmisi
c. Diantara transmisi dan poros penggerak
d. Berada di tengah engine
a. Tepat ditengah transmisi
b. Diantara engine dan transmisi
c. Diantara transmisi dan poros penggerak
d. Berada di tengah engine
2.
Syarat- syarat yang
harus dipenuhi pesawat kopling adalah,
kecuali
a. Dapat memindahkan tenaga motor ke transmisi dengan slip
b. Dapat memutuskan hubungan dengan sempurna dan cepat.
c. Mempunyai daya tahan gesek yang tinggi
d. Tahan panas dan kuat
a. Dapat memindahkan tenaga motor ke transmisi dengan slip
b. Dapat memutuskan hubungan dengan sempurna dan cepat.
c. Mempunyai daya tahan gesek yang tinggi
d. Tahan panas dan kuat
3.
Secara garis besar ada berapa bagian pada
kopling manual
a. dua bagian
b. tiga bagian
c. empat bagian
d. satu bagian
4.
Kopling yang
bekerja berdasarkan adanya gaya sentrifugal adalah kopling jenis………..
a. ganda
b. otomatis
c. manual
d. basah
5. Jarak main bebas pedal kopling adalah sebesar
a. 1 -2 cm
a. 1 -2 cm
b. 2-3
cm
c. 5-7 cm
d.
10-15 cm
b. Soal Essay
1.
Sebutkan fungsi dari kopling
kendaraan bermotor!
2.
Sebutkan 5
komponen kopling manual
3.
Jelaskan bagaimana cara kerja
kopling pada saat ditekan!
4.
Jelaskan perawatan apa saja yang
dilakukan pada kopling manual!
5.
Uraikan dengan singkat bagaimana
melakukan penyetalan jarak bebas handle kopling pada sepeda motor Honda Tiger
H.
KRITERIA
KELULUSAN
Kriteria
|
Skor
(1-10)
|
Bobot
|
Nilai
|
Keterangan
|
Kognitif (soal no 1 s/d 5)
|
3
|
Syarat lulus nilai
minimal 70
|
||
Ketelitian pemeriksaan pendahuluan
|
1
|
|||
Ketepatan prosedur praktik
|
2
|
|||
Ketepatan analisis hasil praktik
|
2
|
|||
Ketepatan waktu
|
1
|
|||
Keselamatan kerja
|
1
|
|||
Nilai Akhir
|
||||
Keterangan :
Tidak = 0
(nol) (tidak
lulus)
Ya =
70 s.d. 100 (lulus)
70 s.d. 79 : memenuhi kriteria minimal dengan
bimbingan
80 s.d. 89 : memenuhi kriteria minimal tanpa
bimbingan
90 s.d. 100 : di
atas minimal tanpa bimbingan
Daftar Pustaka
Europa Lehrmittel, Fachkunde Kraftfarhrzeugtechnik,
Verlag Europa Lehrmittel Nourney,
Volmer GmbH & CO. 1988
Modul Pelatihan. Teknik Sepedamotor 2007. VEDC Malang
System Listrik dan Pemeriksaan Komponen-komponennya,
Technical Service
Training, PT ASTRA
INTERNATIONAL HONDA SALES OPERATION,
JAKARTA, 2000
Technical Service
Division, 2012. PT. Astra Honda Motor -Astra Honda Training Centre – Technical
Training Dept.
YTA. 2006. Yamaha Technical Academy. Jakarta
Komentar
Posting Komentar
Bagaimana pendapat saudara tentang blog ini. terima kasih atas koment dan kunjungannya.